KABUPATEN – Bawaslu Kabupaten Mojokerto memastikan hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan bupati-wakil bupati (Pilbup) Mojokerto 2024 tak akan berubah. Kepastian itu setelah Bawaslu mengecek website Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan D hasil tingkat kabupaten itu bebas dari permohonan gugatan atau perselisihan hasil pemilihan (PHP).
Itu khususnya dari pasangan calon (paslon) Ikfina Fahmawati-Sa’dulloh Syarofi (Idola) yang perolehan suaranya kalah dari paslon Muhammad Albarraa-Rizal Octavian (Mubarok). Sehingga, KPU tinggal menunggu rekomendasi MK dan instruksi KPU RI untuk menetapkan Albarraa-Rizal sebagai paslon terpilih sebelum dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Mojokerto periode 2025-2030. ’’ Kami sudah melakukan pengecekan di website-nya MK dan sampai pada batas akhir tiga hari yang ditentukan setelah penetapan oleh KPU, pasangan calon nomor urut 1 tidak mengajukan gugatan permohonan perselisihan hasil pemilu di MK,’’ ungkap Komisioner Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Mojokerto, Savitri Rindyana.
Hanya saja, lembaga pengawasan ini belum bisa menentukan kapan penetapan paslon terpilih digelar. Sampai hari ini, baik MK maupun KPU juga belum memberikan instruksi resmi menggelar pleno. Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Dody Faizal justru memprediksi waktu penetapan bisa saja molor sampai berakhirnya tahapan pilkada akhir Januari nanti. Prediksi ini tak lepas dari sifat pilkada tahun ini yang berjalan serentak. Sehingga waktu penetapan dan pelantikan pun dinilai juga berlangsung serentak di seluruh daerah dan wilayah se-Indonesia.
Artinya, penetapan juga diprediksi menunggu seluruh sengketa hasil pilkada di beberapa daerah rampung. Meski demikian, Dody menilai seluruh rangkaian Pilkada di Mojokerto hampir dipastikan telah selesai. Pihaknya juga mengapresiasi seluruh penyelenggara pemilu mulai dari KPU beserta ad hoc dibantu kepolisian, TNI, Kejaksaan, hingga Pemkab Mojokerto yang telah IKUT andil mensukseskan pilkada.
Termasuk kedua paslon dan seluruh masyarakat yang telah menjalankan pesta demokrasi kali ini berjalan aman, tertib, damai dan demokratis. ’’Ya dilihat saja nanti. Karena sifat serentak ini masih berlaku sampai tahapan akhir pilkada. Yang jelas proses pelantikannya nanti juga akan berjalan serentak se-Indonesia,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi