SEMENTARA itu, Rektor Universitas Islam Majapahit (Unim) Rachman Sidharta Arisandi angkat bicara terkait kemunculan namanya dalam bursa Pilkada Kota Mojokerto.
Akademisi yang akrab disapa Sandi ini mengaku kaget dirinya disandingkan dengan bacalon Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari alias Ning Ita. ’’Saya sendiri kaget kok tiba-tiba ada rumor itu,’’ ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (7/8).
Bukan tanpa alasan, Sandi mengaku terkejut dirinya dikaitkan dalam kontestasi Pilkada 2024. Terlepas dari itu, saat ini dia mengaku masih fokus dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan di perguruan tinggi.
’’Prinsip saya, karena sekarang masih sebagai rektor, ya saya harus selesaikan urusan itu. Jadi, fokus saya belum ke situ (Pilkada, Red),’’ urainya.
Disinggung terkait sosoknya yang santer digandeng Ning Ita, putra Bupati Mojokerto periode 1990-2000 Machmoed Zain ini menjawab secara diplomatis.
Karena sehari-hari Sandi menyatakan masih menjalani rutinitas seperti biasa sebagai akademisi.
Termasuk tengah mempersiapkan transformasi kepemimpinan di Unim yang digulirkan September nanti. ’’Saya tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan, wong sampai sekarang saya masih fokus untuk kampus,’’ sebutnya.
Meski demikian, Sandi tak menampik hubungan silaturahmi dengan Ning Ita selama ini terjalin baik.
Khususnya saat masih menjadi Wali Kota Mojokerto pada 2018-2023. Sebab, sebagai pemimpin perguruan tinggi, dirinya memosisikan sebagai mitra pemerintah. Dan, hubungan tersebut dijalin tanpa sekat kewilayahan antara Kabupaten dan Kota Mojokerto.
’’Artinya, jalinan silaturahmi kami Insyaallah terjalin dengan baik, secara institusional maupun personal. Kami silaturahmi dengan semua, termasuk Mbak Ita, Pak Pj (Moh. Ali Kuncoro) sekarang dan Bu Bupati (Ikfina Fahmawati),’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi