KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Sa’dulloh Syarofi angkat bicara atas majunya sebagai pendamping Ikfina Fahmawati pada pilbup November mendatang.
Langkah politis ini diambil sebagai wujud menjalankan titah sesepuh untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Mojokerto.
Pria yang akrab disapa Gus Dulloh ini mengaku terlibatnya dalam kontestan demokrasi kali ini juga bukan gimmick seperti pilkada-pilkada sebelumnya.
Meski awalnya tak yakin mendapatkan restu, ternyata fakta yang berkembang belakangan ini berbeda dari sebelumnya.
’’Sebenarnya awalnya tahun ini, saya juga sudah yakin tidak (direstui), hanya gimmick saja, ternyata tidak. Dan mohon maaf untuk hari-hari ini saya sebenarnya dalam kondisi syok,’’ ungkapnya.
Gus Dulloh mengaku restu kali ini memang membuatnya terkejut. Sebab, baru kali pertama orang tuanya KH M. Chusaini Ilyas pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Misbar memberikan izin untuk terjun sebagai kontestan pilbup.
Running-nya bersama Ikfina ini seolah menjadi perintah yang tak bisa dielak.
’’Kalau ada keputusan running, ya saya running. Beliau (KH Chusaini Ilyas) memberikan titah untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Mojokerto,’’ tandasnya.
Pihaknya juga sudah mempunyai chemistry yang bagus dengan Ikfina.
’’Keinginan Mbak Fina (Ikfina), justru saya paham. Apa yang menjadi keinginan saya, Mbak Fina juga paham. Karena sejak periode yang lalu kita sudah menjalin komunikasi, cuma dulu itu kan belum mendapat restu dari sesepuh,’’ urainya.
Negosiasi antarsesepuh yang berproses sebelumnya tidak menyangkut materi atau mahar politik, melainkan lebih pada komitmen untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Mojokerto jika dirinya menang dalam pilkada November mendatang.
Di lain sisi, dia juga menjamin tetap memegang teguh kerukunan antarumat antarsesama di bumi Majapahit. ’’Tidak boleh ada perpecahan atau rivalitas.
Perlu ditekankan bahwa jika saya maju dan bersaing dalam pilkada nanti, jangan sampai menimbulkan mudharat. Bersaing dengan baik dan fair. Setelah pertandingan selesai, ayo ngopi bersama lagi,’’ paparnya.
Terpisah, Ikfina Fahmawati menegaskan, restu para alim dan ulama menjadi penentu dirinya melangsungkan deklarasinya bersama Gus Dulloh yang juga wakil Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Mojokerto.
’’Kami menunggu petunjuk dari para kiai. Jadi para sesepuh yang menentukan kapan deklarasinya,’’ ungkapnya.
Pasangan yang menggaungkan nama akronim Idola ini tengah mematangkan strategi politik menjelang deklarasi.
Sebab, bagaimanapun, dia masih fokus dengan tanggung jawabnya sebagai Bupati Mojokerto. Yang pasti, Ikfina memastikan, sikap diamnya selama ini bukan berarti tidak melakukan apa-apa.
’’Mohon doanya, yang penting progres berjalan pelan tapi pasti. Biarkan saya fokus menjalankan tanggung jawab saya dulu, karena banyak program yang harus saya selesaikan untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto. Jadi sabar ya, tunggu tanggal mainnya,’’ jelasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi