Dewan meminta Dinas PUPR Perakim untuk mengambil sampel dari aspal. ’’Kita ingin melihat dan akan kita konsultasikan dengan tim ahli,’’ papar Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto.
Selain megaproyek yang dikerjakan pada 2022 ini, dewan juga berkunjung ke Taman Bahari Mojopahit (TBM).
Kedatangan anggota dewan di proyek yang dibangun di sekitar Jembatan Rejoto, Kecamatan Prajurit Kulon ini untuk memastikan kesesuaian hasil pekerjaan yang selesai di akhir 2023 lalu. ’’Sidak ini kita lakukan untuk menjalankan fungsi pengawasan,’’ ungkap koordinator komisi II ini.
Dari TBM, komisi II juga bertolak ke Pasar Rakyat Prapanca. Dewan menyoroti kondisinya proyek yang tuntas dibangun dari dana tugas pembantuan (TP) Kemendag sebesar Rp 3 miliar 2020 lalu masih menyisakan banyak los dan kios yang kosong.
’’Mulai 2020 sampai sekarang tidak ada penghuninya,’’ tandas politisi yang akrab disapa Itok ini.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan hasil perencanaan pemerintah yang kurang matang.
Karena sebelum pedagang pasar loak direlokasi ke Pasar Tematik Ketidur, kegiatan perekonomian di pasar yang berada di Jalan Prapanca sedianya telah bergeliat. ’’Tapi sekarang jadi sepi mamring,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto Muraji menanggapi positif adanya sidak yang dilakukan oleh komisi II DPRD.
Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai bentuk dari pengawasan yang dilakukan oleh legislatif. ’’Biar kita dalam bekerja juga lebih hati-hati dan lebih transparan,’’ sambungnya.
Disinggung terkait permintaan dewan yang mengambil sampel dari aspal di Jalan Empunala, Muraji juga menyatakan item tersebut bisa menjadi salah satu pembuktian terkait kualitas pekerjaan.
Termasuk juga untuk mengetahui spesifikasi dari hasil proyek yang telah telah diselesaikan akhir 2022 lalu.
Dari sampel tersebut, pihaknya juga mempersilakan jika komisi II melakukan uji lab.
’’Apakah pekerjaan kita sudah sesuai spek (spesifikasi, Red) dan sesuai volume yang ada, sehingga dengan pembuktian itu semuanya bisa diketahui oleh publik secara umum,’’ tandasnya. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah