’’Pilpres dan pileg telah usai, di momen Ramadan ini kita sudah harus saling memaafkan. Harapannya sudah tidak ada lagi permusuhan, karena semua harus legowo untuk siap menerima kekalahan dan siap untuk menang,’’ tandasnya.
Saat ini, ungkap dia, masyarakat harus kembali bergandengan untuk sama-sama untuk melanjutkan pembangunan di Kota Mojokerto.
’’Semoga Kota Mojokerto tetap kondusif dan kita semua kembali lagi untuk menata kota menjadi lebih baik,’’ harapnya.
Kepada Pemkot Mojokerto, politisi Partai Golkar ini juga berpesan agar di bulan Ramadan ini tidak menjadi hambatan pemerintah dalam memberi pelayanan publik.
Sonny meminta aparatur sipil negara (ASN) untuk tetap bersemangat dalam melayani masyarakat. ’
’Kita menyadari kalau puasa mungkin mudah ngantuk, capek, dan sebagainya. Tapi harapannya, pemerintah bisa tetap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di tengah rasa haus dan lapar saat menjalankan ibadah puasa,’’ ulasnya.
Di samping itu, Sonny juga meminta Pemkot Mojokerto untuk memastikan ketersediaan pangan dan mengantisipasi lonjakan harga.
Dia berharap, OPD terkait terus melakukan pemantauan secara rutin dan melakukan langkah preventif jika ada keterlambatan pasokan maupun kenaikan harga.
’’Harus selalu dipantau betul kondisi stok pangan daerah. Dan kalau memang ada kenaikan harga tinggi, segera melakukan langkah yang tepat untuk memberikan harga yang murah bagi masyarakat melalui operasi pasar,’’ tandas Sonny.
Pada momen Ramadan 1445 Hijriah ini, Sonny turut mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh warga Kota Mojokerto. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah