Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Partisipasi Pemilu Kabupaten Mojokerto Meningkat

Khudori Aliandu • Sabtu, 17 Februari 2024 | 20:50 WIB

PARTISIPASI MENINGKAT: Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyalurkan hak suaranya di TPS 02 Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Rabu (14/2). Tahun ini partisipasi masyarakat meningkat.
PARTISIPASI MENINGKAT: Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyalurkan hak suaranya di TPS 02 Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Rabu (14/2). Tahun ini partisipasi masyarakat meningkat.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Angka partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024 serentak di Kabupaten Mojokerto tembus 89 persen yang meningkat dibandingkan Pemilu 2019 sebesar 84 persen.

Sementara itu, tahun ini, dana bantuan partai politik (banpol) pun dinaikkan menjadi Rp 8 ribu per suara sah dari sebelumnya Rp 5 ribu.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto, Nugraha Budi Sulistya, menegaskan, jika pelaksanaan pemilu serentak pada 14 Februari di Kabupaten Mojokerto menunjukkan partisipasi masyarakat sangat tinggi.Baca Juga: Angka Partisipasi Pemilu 2024 di Kota Mojokerto Ditaksir Capai 89 Persen

Bahkan, sesuai data cenderung meningkat dibanding dalam pesta demokrasi sebelumnya sebesar 84 persen.

’’Sesuai data, partisipasinya meningkat, Insyaallah di atas 89 persen, 90 persen kurang sedikit,’’ ungkapnya.

Meningkatnya partisipasi ini menunjukkan kedewasaan politik di Bumi Majapahit ini sangat baik. Hal itu menjadi wujud keberhasilan atas pendidikan politik yang dilakukan pemerintah dan partai politik selama ini.

’’Tentu pendidikan politik yang dilakukan berpengaruh terhadap tingkat melek politik masyarakat. Dan tingkat melek politik masyarakat berpengaruh terhadap tingkat partisipasi politik masyarakat,’’ tegasnya.

Benar saja, tahun ini, dana bantuan partai politik (banpol) di Kabupaten Mojokerto naik menjadi Rp 8 ribu per suara sah dari sebelumnya Rp 5 ribu.

Sesuai ploting APBD 2024, anggaran banpol sebesar Rp 5.076.280.000 dari sebelumnya di 2023 sebesar Rp 3,152 miliar.

Kenaikan ini menjadi komitmen daerah dalam melakukan edukasi masyarakat untuk melek demokrasi. Apalagi tahun ini, juga bakal digelar pilkada serentak.

Ploting Rp 5 miliar itu sedianya untuk 11 parpol yang disesuaikan dengan jumlah suara sah yang dimiliki tiap-tiap parpol sesuai hasil pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2019 lalu.

’’Rp 8 ribu per suara sah ini masih berdasarkan hitungan Pemilu 2019, kan yang baru belum ditetapkan,’’ jelasnya.

Data diperoleh Jawa Pos Radar Mojokerto dari KPU Kabupaten, pada Pemilu 2019, PKB menjadi parpol yang mendapatkan suara terbanyak dengan total 128.758, disusul PDIP dengan suara sah 126.041.

Selanjutnya Partai Demokrat dengan perolehan suara sah 67.881, Golkar 62.604. Di bawahnya ada PPP 48.911 suara sah, Gerindra dengan perolehan 42.281, PKS 40.710 suara, Nasdem 40.602 suara, PAN 35.683 suara, Hanura 22.164 suara, serta Partai Bulan Bintang 14.917 suara sah.

Hanya saja, hingga kini belum ada satu pun parpol yang mengajukan pencairan. ’’Sampai saat belum ada yang mengajukan pencairan. Tapi prinsipnya, parpol sudah bisa melakukan pengajuan pencairan,’’ tegasnya.

Menurutnya, dana banpol ini nanti sedianya untuk pendidikan politik kepada masyarakat dan pembinaan bagi parpol.

Harapannya, tentu bisa menekan angka golput saat pilkada serentak pada 2024.

Sebelumnya, berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Mojokerto untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilu serentak tahun ini.

Salah satunya, melalui tebar diskon pembelian kuliner hingga penebusan tiket pariwisata, khususnya bagi generasi Z. (ori/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#partisipasi #kabupaten #pemilu #mojokerto