Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. KPU memastikan, peristiwa itu tak sampai menghambat proses pemilu.
Tenda TPS 13 roboh saat proses penghitungan surat suara pilpres. Diduga, atap tenda tidak kuat menahan beban air saat diguyur hujan deras.
”Tapi setelah tahu hujan, teman-teman KPPS sudah mengantisipasi dengan memindahkan tempat untuk perhitungannya,” tandas Imam Buchori, Komisioner KPU Kota Mojokerto Divisi Hukum dan Pengawasan saat ditemui di lokasi.
Sehingga, ungkap dia, tenda TPS yang berada di halaman KPRI Trimadya tersebut ambruk setelah dikosongkan.
Sehingga, tidak ada petugas penyelenggara pemilu, saksi, maupun masyarakat yang menjadi korban. ”Jadi, posisinya semua aman,” sebutnya.
Hanya saja, sejumlah kursi dan papan informasi yang terimbas insiden tersebut. ”Kalau terkait kotak suara, surat suara, dan yang lainnya aman semua,” imbuh Imam Buchori.
Demikian dengan proses pemilu juga tetap berjalan sesuai tahapan. Tenda yang roboh juga langsung dievakuasi.
Hanya saja, proses penghitungan terpaksa dilakukan di lorong KPRI Trimadya guna menghindari hujan.
Setelah perhitungan pilpres, KPPS melanjutkan penghitungan dilakukan untuk surat suara dari DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Jatim, serta DPRD Kota Mojokerto.
”Tidak ada (dampak), cuma kita harus pindah tempat saja untuk proses penghitungannya karena hujan,” pungkas dia. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah