Di antaranya mengakomodir usulan wali murid pada pelaksanaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024.
Yakni dengan membuka jalur golden ticket bagi siswa penghafal kitab suci.
Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Sonny Basoeki Rahadjo mengungkapkan, jalur golden ticket merupakan hasil dari sinergi Komisi II dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto.
Menurutnya, jalur khusus bagi para hafiz itu merupakan wujud untuk merealisasikan usulan dari orang tua siswa.
’’Saat kami talkshow dengan dinas pendidikan dan kebudayaan, kami menerima banyak saran dan masukan dari masyarakat. Salah satunya menghasilkan golden ticket itu,’’ ungkapnya.
Menurutnya, usulan golden ticket PPDB tersebut juga mendapat restu dari sejumlah stakeholder pendidikan.
Setelah dirumuskan, maka jalur baru tersebut diterapkan pada PPDB tahun ajaran 2023/2024.
’’Di samping jalur yang menampung anak-anak yang tidak mampu dan berprestasi, golden ticket membuka kesempatan bagi siswa memiliki kelebihan menghafal Alquran,’’ imbuhnya.
Politisi Partai Golkar ini menyebut, lahirnya kebijakan itu mendapat apresiasi dari masyarakat.
Karenanya, Sonny berharap golden ticket tetap akan dipertahakan untuk difasilitasi pada PPDB 2024/2025 nanti.
’’Karena luar biasa dan mendapat sambutan baik masyarakat. Harapan kami PPDB di tahun depan golden ticket tetap menjadi prioritas dan bisa ditambah pagunya,’’ tandas Sonny.
Di samping itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti juga mendorong Pemkot Mojokerto terhadap pengembangan bidang olahraga.
Berdasarkan hasil kunjungan kerja (kunker) di Kabupatan Sleman, pemda setempat dapat memfasilitasi kegiatan olahraga berbasis masyarakat.
’’Jadi, di Sleman setiap warga bisa mengajukan ke pemerintah sarana prasarana maupun menggelar kompetisi untuk pengembangan olahraga,’’ terangnya.
Prosesnya pun cukup mudah. Dengan catatan, legalitas kelompoknya terdaftar dalam nomor induk keolahragaan (NIKO) di Dispora setempat.
Sehingga, kebijakan tersebut dapat memberi kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan olahraga.
’’Kita mendorong agar di Kota Mojokerto bisa menerapkannya juga. Baik untuk mengajukan bantuan sarpras maupun untuk menggelar perlombaan yang berbasis masyarakat,’’ harap perempuan yang juga ketua Fraksi PDI Perjuangan ini. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah