Bupati Mojokerto Albarraa Gelontor Bantuan Alsintan dan Peternakan Rp 3,2 Miliar

Khudori Aliandu • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 20:12 WIB
SALURKAN BANTUAN: Bupati Muhammad Albarraa didampingi Kepala Dinas Pertanian Ludfi Ariyono menyerahkan bantuan Alsintan dan peternakan saat program pelatihan di halaman Pujasera Pohjejer, Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang, Selasa (1/9). (Dori/JPRM)
SALURKAN BANTUAN: Bupati Muhammad Albarraa didampingi Kepala Dinas Pertanian Ludfi Ariyono menyerahkan bantuan Alsintan dan peternakan saat program pelatihan di halaman Pujasera Pohjejer, Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang, Selasa (1/9). (Dori/JPRM)

Komitmen Pemkab Dukung Ketahanan Pangan dan Regenerasi Petani

KABUPATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto kembali menunjukkan komitmen memperkuat sektor pertanian dan peternakan. Melalui Dinas Pertanian, Pemkab Mojokerto menggelar kegiatan Pertemuan Pertanian Komunal Bersama Milenial sekaligus penyerahan berbagai bantuan senilai total Rp 3,2 miliar, terdiri alat dan mesin pertanian (alsintan), sarana peternakan, serta program pelatihan di Halaman Pujasera Pohjejer, Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang, Selasa (1/9).

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas produktivitas pertanian di bumi Majapahit yang terus mencatatkan surplus. Berdasarkan data tahun 2025, produksi padi Kabupaten Mojokerto mencapai 327.763 ton dengan surplus sebesar 95.508 ton. Sementara itu, produksi jagung menembus 254.382 ton, surplus 224.889 ton, dan produksi telur ayam ras mencapai 10.318.797 kilogram (kg), surplus 3.295.635 kg.

’’Saya sangat mengapresiasi positif atas peningkatan produksi ini. Sektor pertanian dan peternakan berkaitan erat dengan ketahanan pangan yang jika dikelola dengan tepat akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah. Pada 2026 ini, saya berharap hasil produktivitas dapat semakin ditingkatkan,’’ ungkap Bupati Albarraa.

Gus Barra juga menekankan pentingnya peran generasi muda dan penyuluh pertanian sebagai penggerak transformasi modernisasi sektor pertanian. Ia berharap petani milenial tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga menguasai teknologi, pemasaran digital, hingga hilirisasi produk agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. ’’Kepada seluruh penerima bantuan, saya berpesan agar bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dipelihara, dan dikelola secara transparan untuk mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini jangan berhenti sebagai seremonial semata, melainkan jadi momentum membangun komitmen dan kolaborasi bersama. Termasuk meningkatkan atau memberikan tambahan nilai ekonomi buat keluarga,’’ tegasnya.

ALSINTAN: Bupati Muhammad Albarraa didampingi Kepala Dinas Pertanian Ludfi Ariyono menyerahkan dua unit mesin combine harvester senilai Rp 1,18 miliar di halaman Pujasera Pohjejer, Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang, Selasa (1/9).
ALSINTAN: Bupati Muhammad Albarraa didampingi Kepala Dinas Pertanian Ludfi Ariyono menyerahkan dua unit mesin combine harvester senilai Rp 1,18 miliar di halaman Pujasera Pohjejer, Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang, Selasa (1/9).

Menurutnya, kesinambungan antara industri dan pertanian juga penting. Pada beberapa daerah, kedua hal ini sering menjadi kendala pembangunan. Namun Gus Bupati menanggapi kedua hal tersebut bisa berjalan bersama dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ’’Industri menciptakan lapangan pekerjaan yang luas, butuh pekerja yang banyak, jadi kita harus bisa memfasilitasi mereka juga. Nah, makanya lahan pangan kita jaga, lahan investasi juga kita fasilitasi,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono, merinci bantuan yang diserahkan berasal dari dua sumber pendanaan, yaitu APBD dan non-APBD. Bantuan tersebut menyasar kelompok tani dan generasi milenial di wilayah Kabupaten Mojokerto. ’’Bantuan dari APBD meliputi pelatihan petani milenial untuk 9 kelompok tani senilai Rp 50 juta, bantuan ternak ayam, pakan, dan kandang untuk 9 kelompok tani senilai Rp 950 juta, serta bantuan itik dan pakan untuk 1 kelompok tani senilai Rp 40 juta,’’ jelasnya.

Selain dari APBD, lanjut Ludfi, terdapat pula penyaluran bantuan dari sumber non-APBD. Bantuan tersebut berupa 2 unit mesin combine harvester senilai Rp 1,18 miliar untuk 2 kelompok tani, 1 unit traktor roda empat senilai Rp 520 juta untuk 1 kelompok tani, serta program rehabilitasi jaringan irigasi tersier senilai Rp 500 juta yang diperuntukkan bagi 5 kelompok tani. ’’Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha tani, kelompok tani, dan generasi milenial. Ini juga menjadi implementasi dari visi misi mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Mojokerto,’’ tegasnya.

Acara yang dihadiri sekitar 250 undangan, terdiri dari jajaran Forkopimca Gondang, koordinator PPL, perwakilan kelompok tani, serta mitra perusahaan-berlangsung tertib dan penuh antusiasme. (ori/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
bantuan alsintan bantuan peternakan bupati mojokerto