Pemkab Mojokerto Tuntaskan Perbaikan Jalan Terpanjang di Kaki Gunung Penanggungan

Khudori Aliandu • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 01:56 WIB
PERMUDAH AKSES: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa didampingi Kepala Dinas PUPR Yuni Laili Faizah meresmikan jalan beton Watesnegoro-Kunjorowesi, Rabu (5/8). (Dori JPRM)
PERMUDAH AKSES: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa didampingi Kepala Dinas PUPR Yuni Laili Faizah meresmikan jalan beton Watesnegoro-Kunjorowesi, Rabu (5/8). (Dori JPRM)

Gus Bupati Komitmen Realisasikan Janji Kampanye 

KABUPATEN – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa meresmikan jalan beton terpanjang di kaki Gunung Penanggungan yang dituntaskan pada tahun 2026 ini, Rabu (5/8). Yakni Ruas Watesnegoro-Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro dengan senilai Rp 3,6 miliar. 

Jalan sepanjang 1,2 kilometer (km) dengan lebar hingga 5,5 meter ini wujud komitmen Pemkab Mojokerto dalam memperkuat konektivitas antarwilayah. Sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi desa. 

”Infrastruktur itu bagian dari visi misi kami dan program unggulan. Tahun ini ada 21 ruas jalan dan tujuh jembatan yang dibangun Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Ditambah lagi kami merealisasikan janji perbaikan Stadion Gajah Mada yang akan diresmikan dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sekaligus memulai perbaikan bertahap GOR Gajah Mada,” tegas Gus Bupati. 

Menurutnya, pembangunan jalan tidak hanya berfungsi meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga peningkatan perekonomian desa. 

”Kami meyakini pembangunan jalan yang dilakukan dapat membantu aktivitas masyarakat, meningkatkan nilai perekonomian desa, pemerataan pembangunan, serta memudahkan distribusi hasil pertanian. Sedikit demi sedikit konektivitas jalan di Kabupaten Mojokerto akan terus kami perbaiki,” katanya. 

Meski demikian, ia mengakui pembangunan infrastruktur membutuhkan anggaran yang besar. Sementara pemerintah daerah juga harus memenuhi kebutuhan pembiayaan sektor lain. Seperti program pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat. 

”Di tengah kondisi kemampuan keuangan daerah yang tidak mudah, kami tetap memprioritaskan kebutuhan masyarakat, baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maupun sektor lainnya,” tuturnya. 

PEMERATAAN PEMBANGUNAN: Ruas jalan Watesnegoro-Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro saat ini semakin lebar dan mulus setelah diperbaiki Pemkab Mojokerto, Rabu (5/8).
PEMERATAAN PEMBANGUNAN: Ruas jalan Watesnegoro-Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro saat ini semakin lebar dan mulus setelah diperbaiki Pemkab Mojokerto, Rabu (5/8).

Gus Bupati menjelaskan, setiap tingkatan pemerintahan memiliki kewenangan masing-masing dalam pembangunan jalan. Jalan desa menjadi tanggung jawab pemerintah desa, sedangkan jalan kabupaten menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. 

Sehingga bagi desa yang membutuhkan dukungan pembangunan, Pemkab Mojokerto membuka skema Bantuan Keuangan (BK) Desa sesuai usulan yang diajukan pemerintah desa. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah menambahkan, tahun 2026 ini pihaknya mengelola anggaran sektor jalan dan jembatan sebesar Rp 54,73 miliar yang dialokasikan untuk 28 paket pekerjaan. 

Terdiri atas 21 paket pekerjaan jalan senilai Rp 38,63 miliar dan 7 paket pekerjaan jembatan senilai Rp 16,10 miliar. Hingga awal Agustus 2026, sebanyak enam paket pekerjaan telah selesai 100 persen dengan total nilai mencapai Rp 15,69 miliar. Termasuk ruas Watesnegoro-Kunjorowesi yang diresmikan. 

”Jalan beton ruas Watesnegoro-Kunjorowesi ini memiliki panjang 1.215 meter dengan lebar 5 hingga 5,5 meter dan dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp 3,624 miliar,” urainya. 

Ruas jalan di bawah kaki Gunung Penanggungan ini menjadi salah satu proyek jalan terpanjang yang diselesaikan Pemkab Mojokerto pada tahun 2026. Selain itu, terdapat tiga paket dengan progres fisik 75-90 persen, empat paket 50-75 persen, dua paket 25-50 persen, dan 13 paket lainnya masih dalam tahap pelaksanaan. 

”Kami memastikan seluruh paket pekerjaan yang masih berjalan dapat dituntaskan sesuai target waktu, memenuhi standar kualitas, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” paparnya. 

Bakal Realisasikan Pembangunan Infrastruktur Air 

Sementara itu, Pemkab Mojokerto juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan kekeringan yang melanda Desa Kunjorowesi, Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, dan Desa Duyung, Kecamatan Trawas. Sebagai langkah penanganan darurat, pemerintah telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 172 tangki untuk Desa Kunjorowesi, 43 tangki untuk Desa Manduro Manggung Gajah, dan 85 tangki untuk Desa Duyung. 

Selain itu, Pemkab Mojokerto bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur juga akan merealisasikan pembangunan infrastruktur air bersih pada tahun 2026 ini, guna mengatasi persoalan kekeringan yang telah berlangsung bertahun-tahun di kawasan tersebut. 

”Sedikit demi sedikit janji kampanye kami akan kami tuntaskan, termasuk persoalan air bersih. Tahun 2026 ini, akan dikerjakan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga permasalahan kekeringan di Kunjorowesi dan sekitarnya dapat teratasi,” tambah Gus Bupati. (ori/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
perbaikan jalan terpanjang Pemkab Mojokerto gunung penanggungan