Pelebaran Jalan Batankrajan-Penompo Telan Anggaran Rp 2,3 Miliar

Khudori Aliandu • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 08:13 WIB
PROYEK PRIORITAS: Para pekerja melakukan tahap pengerjaan proyek pelebaran jalan penghubung dan melintasi wilayah Desa Ngabar, Kecamatan Jetis hingga Desa Balongsari, Kecamatan Gedeg, Rabu (5/8). (Sofan JPRM)
PROYEK PRIORITAS: Para pekerja melakukan tahap pengerjaan proyek pelebaran jalan penghubung dan melintasi wilayah Desa Ngabar, Kecamatan Jetis hingga Desa Balongsari, Kecamatan Gedeg, Rabu (5/8). (Sofan JPRM) 

Dikerjakan CV Alfi Jaya, Kini Memasuki Tahap Pengecoran 

KABUPATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus menggenjot percepatan program infrastruktur jalan. Salah satu proyek prioritas yang kini tengah dikejar pengerjaannya adalah pelebaran jalan menuju standar pada ruas Batankrajan-Penompo menghubungkan wilayah Kecamatan Jetis dan Kecamatan Gedeg. Proyek senilai Rp 2,3 miliar tersebut bahkan tengah memasuki tahap pengecoran. 

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Henri Surya mengatakan, pengerjaan fisik saat ini sudah memasuki tahap krusial, yaitu pengecoran perkerasan beton. Hingga pengerjaan minggu kesembilan, pencapaian menunjukkan tren positif.

Saat ini pengerjaan di lapangan sudah mulai masuk tahap pengecoran dengan konstruksi perkerasan beton semen menggunakan anyaman tunggal. ”Dengan tren progres yang positif dan surplus melebihi target mingguan ini, kami sangat optimistis proyek ini bisa tuntas lebih awal dari jadwal yang ditentukan,” ungkapnya, Rabu (5/8). 

Sesuai data, lanjut dia, dari target rencana sebesar 9,8 persen, realisasi di lapangan telah mencapai 16,2 persen, sehingga mencatatkan deviasi positif atau surplus sebesar +6,3 persen. Menurut Henri, proyek pelebaran jalan ini dikerjakan CV Alfi Jaya dengan pengawasan dari CV Riptaloka Konsultan. Proyek yang memiliki jangka waktu pelaksanaan 150 hari kalender tersebut mencakup penanganan jalan dengan volume panjang 490 meter dan lebar l 5,50 meter. 

Lokasi pengerjaannya melintasi wilayah Desa Ngabar, Kecamatan Jetis hingga Desa Balongsari, Kecamatan Gedeg. ”Penggunaan konstruksi beton semen beranyaman tunggal dipilih untuk memastikan ketahanan dan kekuatan struktur jalan dalam menampung beban kendaraan harian yang melintas,” bebernya. 

Peningkatan jalan Batankrajan-Penompo ini merupakan bagian integral dari program akselerasi pembangunan infrastruktur daerah yang dicanangkan Pemkab Mojokerto. Kehadiran jalan yang mulus dan lebar tidak hanya ditujukan untuk kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga diharapkan mampu memberikan multiplier effect yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat setempat. 

Sehingga melalui ketersediaan akses jalan yang mulus dan proporsional, tak sekadar membuat roda perekonomian daerah kian lancar, melainkan juga memberikan efek domino bagi masyarakat sekitar. ”Baik dalam hal kemudahan akses ekonomi, efisiensi keterjangkauan fasilitas kesehatan dan pendidikan, maupun peningkatan mobilitas di sektor pertanian warga,” pungkasnya. (ori/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
proyek jalan proyek kabupaten mojokerto Pemkab Mojokerto pelebaran jalan anggaran proyek