Kolaborasi Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat
KABUPATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari) terus menggeber pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkrit menstabilkan pasokan dan harga bahan pokok sekaligus menekan laju inflasi daerah, Rabu (29/7). Program strategis ini menyasar Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Gunungan tersebut berhasil menyedot antusiasme tinggi dari warga sekitar. Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi untuk berburu berbagai komoditas pangan pokok dengan harga jauh di bawah pasar, yang langsung ludes diserbu pembeli.
Mewakili Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto Mokhamad Riduwan, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Nur Aisah, menegaskan perluasan jangkauan GPM sengaja diprioritaskan untuk wilayah yang membutuhkan perhatian khusus. "Program Gerakan Pangan Murah ini telah kami laksanakan secara masif di 18 kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Saat ini, fokus sasarannya adalah desa-desa yang masuk kategori rawan pangan, salah satunya Desa Gunungan yang merupakan satu dari empat desa rawan pangan di Kecamatan Dawarblandong," ujar Nur Aisah.
Menurutnya, intervensi harga murah ini diharapkan mampu menjaga daya beli. Termasuk meringankan beban ekonomi rumah tangga masyarakat. Tingginya respons masyarakat terlihat dari cepatnya komoditas utama terjual. Dalam laporan pelaksanaan, Perum Bulog Kancab Mojokerto yang membawa 300 paket beras SPHP kemasan 5 kilogram (kg) seharga Rp 57.500 dan 60 liter Minyakita seharga Rp 15.500 mencatatkan penjualan habis 100 persen.
Tak hanya Bulog, pasokan 200 kg gula pasir curah dari PG Gempolkrep seharga Rp15.500 per-kg serta minyak goreng merek Sunco dari CV Indo Sinar Surya juga habis terjual dalam waktu singkat.
Komoditas bumbu dapur dan sayuran hasil kolaborasi dengan Pasar Desa Pohjejer seperti bawang merah (Rp 26.000/kg), bawang putih (Rp 28.000/kg), serta aneka sayuran segar lainnya turut habis diserbu warga.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai mitra strategis seperti PT Padi Indonesia Maju (beras premium), PT Sawo Jaya (telur ayam ras), Prima Freshmart (daging ayam & olahan), Rose Brand (aneka tepung), hingga Pokhlasar Dispari dan UMKM lokal Kecamatan Dawarblandong.
Aksi pangan murah ini turut dihadiri oleh perwakilan Disperindag, BPS Kabupaten Mojokerto, unsur jajaran Muspika (Sekcam, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Kecamatan Dawarblandong), serta jajaran Pemdes Gunungan.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Desa Gunungan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. "Pemkab Mojokerto optimistis program berkelanjutan ini efektif memperkuat ketahanan pangan daerah. Sekaligus menjaga stabilitas harga pangan masyarakat secara menyeluruh,'' tandasnya.
Kepala Desa Gunungan, Sadi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Mojokerto dan Dispari atas hadirnya program ini di desanya. "Kami sangat berterima kasih karena Desa Gunungan dipilih menjadi lokasi Gerakan Pangan Murah. Program ini sangat nyata membantu warga kami mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau. Kami berharap kegiatan ini dapat rutin digelar, misalnya per tiga atau enam bulan sekali," ungkap Sadi. (ori/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto