Satlinmas Diminta Tanggap Menghadapi Potensi Bencana dan Keamanan Lingkungan

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 08:24 WIB
GARDA TERDEPAN: Personel Satlinmas Kelurahan Meri mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas di Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (25/7).
GARDA TERDEPAN: Personel Satlinmas Kelurahan Meri mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas di Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (25/7). 

KOTA – Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di tingkat kelurahan terus diperkuat Pemkot Mojokerto. Tak hanya menjadi garda terdepan menjaga keamanan, mereka juga diminta tanggap dalam menghadapi potensi bencana.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, keamanan dan kenyamanan menjadi modal utama pembangunan wilayah dengan tiga kecamatan ini. Menurutnya, kemampuan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif menjadi faktor penting untuk menarik masyarakat maupun investor. 

”Potensi terbesar yang bisa kita persembahkan untuk memajukan Kota Mojokerto adalah memberikan kenyamanan, memberikan iklim yang kondusif, sehingga masyarakat yang hadir merasa seperti di rumahnya sendiri. Potensi itulah yang harus terus kita jaga dan untuk mewujudkannya dibutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk peran aktif satlinmas,” katanya. 

Pesan itu disampaikan Ning Ita, panggilan karib wali kota, saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Linmas dalam Mewujudkan Kampung Siaga Bencana Kelurahan Meri di Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (25/7). 

Ia mencontohkan hubungan peran satlinmas dan investasi dengan menjamurnya kafe di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri. Menurutnya, berkembangnya industri FnB (food and beverage) yang kini telah menjadi salah satu pusat penggerak ekonomi tersebut harus didukung dengan menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan. 

”Tanpa campur tangan pemerintah menyediakan kawasan industri, di sana tumbuh industri perkafean secara alami. Ini luar biasa dan harus kita dukung dengan menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan tertib. Jangan sampai masyarakat yang datang merasa tidak nyaman karena praktik parkir liar, pemalakan, atau gangguan keamanan lainnya,” tegasnya.

Selain menjaga keamanan dan ketertiban, satlinmas juga diharapkan siap menghadapi berbagai potensi bencana. Menurut Ning Ita, Kelurahan Meri memiliki kerawanan banjir karena dilintasi sejumlah sungai besar. Selain itu, ada pula potensi kebakaran seiring berkembangnya kawasan kuliner. 

”Kita memang tidak memiliki kewenangan membangun atau merevitalisasi sungai, karena itu merupakan aset pemerintah pusat. Namun, kita tetap bisa berperan dengan menjaga kebersihan sungai melalui kerja bakti rutin agar potensi banjir dapat diminimalkan,” jelasnya. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
satlinmas kota mojokerto potensi bencana Pemkot Mojokerto tanggap bencana