Warga Bisa Ajukan Bansos Mandiri, Penyaluran Lebih Tepat Sasaran
KOTA – Pemkot Mojokerto menargetkan sebanyak 49 ribu kepala keluarga (KK) terdaftar dalam portal Perlindungan Sosial (Perlinsos). Melalui sistem digital yang dikelola Kementerian Sosial (Kemensos) itu, masyarakat dapat mengajukan bantuan sosial (bansos) secara mandiri dengan harapan bantuan yang disalurkan lebih tepat sasaran.
Kota Mojokerto menjadi satu dari 43 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba (pilot project) digitalisasi bantuan sosial melalui portal Perlinsos tahun ini. Proses pendataan berlangsung pada 6-24 Juli dengan target sebanyak 49.398 KK terdaftar dalam portal tersebut.
Hingga Kamis (9/7), pemkot melaporkan sebanyak 4.091 KK atau 8,26 persen dari total target telah melakukan pendaftaran. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Tim Penyelenggaraan Kota Cerdas Komdigi Indriani Rahmawati saat meninjau pendataan Perlinsos di kantor Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, pada hari itu.
”Harapannya, uji coba digitalisasi bansos di Kota Mojokerto terus meningkat hingga mencapai target 100 persen,” kata Indriani.
Masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai penerima bansos diimbau segera mendaftar Perlinsos. Proses pendaftaran menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dapat dilakukan secara mandiri maupun melalui 324 agen pendamping yang disiapkan pemkot.
Para pendamping terdiri dari ASN, surveyor, Tenaga Kesejahteraan Sosoial Kecamatan (TKSK), pendamping PKH, dan relawan sosial.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto Citra Mayangsari menjelaskan, sistem bansos digital Perlinsos dirancang untuk memangkas alur penyaluran bansos yang selama ini dinilai kurang efektif dan kerap tidak tepat sasaran.
Jika sebelumnya proses pengusulan bansos harus melewati tahapan panjang dari usulan masyarakat hingga rapat di tingkat kelurahan, kini prosesnya dibuat lebih sederhana dan terintegrasi.
”Dengan program digital bansos ini, skema penyaluran dipersempit dan diberi kemudahan. Masyarakat sendiri bisa langsung mengakses dan mendaftarkan,” katanya dalam kesempatan berbeda seperti dikutip laman pemkot.
Citra menyebut, data di Perlinsos nantinya terhubung dengan berbagai data lintas sektor untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Data penerima akan terintegrasi dengan kondisi ekonomi, status perbankan, penggunaan listrik, hingga data kepegawaian.
”Kalau ada masyarakat yang mengajukan bansos, nanti akan dicek kondisi listriknya, kondisi perbankannya, status kepegawaiannya, semuanya nyambung. Jadi bantuan bisa lebih tepat sasaran,” terangnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto