Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gubernur Khofifah Sebut Pasar Jadi Salah Satu Instrumen Pengendalian Inflasi

Fendy Hermansyah • Rabu, 8 Juli 2026 | 19:17 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan bantuan beras kepada lansia di sela penyelenggaraan pasar murah di Banyuwangi. Jumat (3/7/2026) ANTARA/HO-Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan bantuan beras kepada lansia di sela penyelenggaraan pasar murah di Banyuwangi. Jumat (3/7/2026) ANTARA/HO-Pemprov Jatim 

BANYUWANGI - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut pasar murah menjadi salah satu instrumen dalam pengendalian inflasi dan sekaligus sebagai bentuk perlindungan sosial agar seluruh lapisan masyarakat punya akses terhadap bahan pokok.

"Jadi, pasar murah yang digelar Pemprov Jatim tidak hanya sekadar menjadi agenda rutin penjualan bahan pokok di bawah harga pasar, namun lebih dari itu program ini merupakan instrumen strategis pengendalian inflasi daerah," katanya dalma keterangannya diterima di Banyuwangi, Senin (6/7).

Khofifah menyampaikan pasar murah akan terus dihadirkan sebagai ikhtiar menjaga daya beli masyarakat dan mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau, seperti pasar murah yang digelar di Lapangan Desa Kedungrejo, Kabupaten Banyuwangi, pada Jumat (3/7) lalu.

Ia menegaskan akan terus memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan pasar murah.

"Ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat terutama mereka yang membutuhkan," tutur Gubernur Khofifah.

Menurutnya, pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, oleh karenanya, pelaksanaan pasar murah terus diperluas ke berbagai daerah agar semakin banyak warga yang merasakan dampak positifnya.

Tingginya antusiasme masyarakat di setiap penyelenggaraan pasar murah, lanjut Khofifah, menunjukkan bahwa program ini benar-benar dibutuhkan, karena selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, pasar murah juga menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.

"Pasar murah ini selalu menjadi magnet bagi masyarakat, selalu ramai. Selain membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," katanya.

Gubernur mengaku bersyukur pelaksanaan pasar murah di Banyuwangi mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat.

"Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi, mereka berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.

Di pasar murah, beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per kemasan lima kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar sebesar Rp15.166 per kilogram.

Beras SPHP dijual Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per kemasan lima kilogram, dengan total stok yang disiapkan mencapai 10 ton.

Selain itu, gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar sebesar Rp16.166, MinyaKita dijual Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, bawang merah Rp28.000 per kilogram, bawang putih Rp24.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan.

Di setiap penyelenggaraan pasar murah, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada para lanjut usia serta membagikan telur kepada ibu hamil dan anak-anak sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.

 - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut pasar murah menjadi salah satu instrumen dalam pengendalian inflasi dan sekaligus sebagai bentuk perlindungan sosial agar seluruh lapisan masyarakat punya akses terhadap bahan pokok.

"Jadi, pasar murah yang digelar Pemprov Jatim tidak hanya sekadar menjadi agenda rutin penjualan bahan pokok di bawah harga pasar, namun lebih dari itu program ini merupakan instrumen strategis pengendalian inflasi daerah," katanya dalma keterangannya diterima di Banyuwangi, Senin (6/7).

Khofifah menyampaikan pasar murah akan terus dihadirkan sebagai ikhtiar menjaga daya beli masyarakat dan mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau, seperti pasar murah yang digelar di Lapangan Desa Kedungrejo, Kabupaten Banyuwangi, pada Jumat (3/7) lalu.

Ia menegaskan akan terus memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan pasar murah.

"Ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat terutama mereka yang membutuhkan," tutur Gubernur Khofifah.

Menurutnya, pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, oleh karenanya, pelaksanaan pasar murah terus diperluas ke berbagai daerah agar semakin banyak warga yang merasakan dampak positifnya.

Tingginya antusiasme masyarakat di setiap penyelenggaraan pasar murah, lanjut Khofifah, menunjukkan bahwa program ini benar-benar dibutuhkan, karena selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, pasar murah juga menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.

"Pasar murah ini selalu menjadi magnet bagi masyarakat, selalu ramai. Selain membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," katanya.

Gubernur mengaku bersyukur pelaksanaan pasar murah di Banyuwangi mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat.

"Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi, mereka berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.

Di pasar murah, beras premium dijual seharga Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per kemasan lima kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar sebesar Rp15.166 per kilogram.

Beras SPHP dijual Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per kemasan lima kilogram, dengan total stok yang disiapkan mencapai 10 ton.

Selain itu, gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar sebesar Rp16.166, MinyaKita dijual Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, bawang merah Rp28.000 per kilogram, bawang putih Rp24.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan.

Di setiap penyelenggaraan pasar murah, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada para lanjut usia serta membagikan telur kepada ibu hamil dan anak-anak sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.

Editor : Fendy Hermansyah
#pengendali inflasi #pasar pengendali inflasi #gubernur jawa timur #gubernur khofifah