Pimpinan DPRD Kota Sepakat Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
KOTA - Gelombang protes mahasiswa kembali terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kota Mojokerto. Puluhan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Mojokerto menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Mojokerto, Jalan Surodinawan, Kota Mojokerto, Senin (22/6).
Massa dari berbagai elemen organisasi mahasiswa itu mulai berdatangan sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka membawa sejumlah poster berisi tuntutan terkait berbagai persoalan nasional. Selain mendesak evaluasi total Program Strategis Nasional (PSN), mahasiswa juga menyoroti maraknya aktivitas tambang galian C ilegal di wilayah Mojokerto.
Ketua PMII Mojokerto, Nur Fadilah, menegaskan pihaknya berkomitmen mengawal berbagai aspirasi masyarakat. Menurutnya, perjuangan mahasiswa tidak akan berhenti hanya pada aksi di tingkat daerah. ’’Kami akan terus mengawal tuntutan demi kesejahteraan rakyat Mojokerto. Perjuangan ini tidak berhenti di sini, tetapi akan kami bawa sampai ke DPR RI,’’ tegas Nur Fadilah di tengah aksi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersikap kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat, termasuk terkait isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Tensi aksi sempat memanas menjelang sore. Kericuhan tak terhindarkan saat massa mencoba merangsek masuk ke area gedung dewan. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan pun terjadi sehingga membuat suasana sempat tegang.
Ketegangan mereda setelah Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti bersama Wakil Ketua DPRD Hadi Prayitno turun langsung menemui massa. Keduanya membaur dan duduk bersama para demonstran di atas aspal untuk membuka ruang dialog.
Di hadapan para mahasiswa, Ery menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut. Ia menyatakan DPRD akan meneruskan berbagai tuntutan itu ke tingkat yang lebih tinggi. ’’Aspirasi dari Aliansi Mahasiswa Mojokerto ini akan segera kami sampaikan ke DPR RI. Kami juga sepakat perlu ada evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah yang menjadi sorotan publik, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG),’’ ujarnya.
Setelah berdialog dengan pimpinan DPRD, puluhan mahasiswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah