Pembangunan SMPN 3 Sooko
KABUPATEN – Rencana pembangunan SMPN 3 Sooko di Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, kini menemui titik terang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto secara resmi telah memberikan lampu hijau untuk pelaksanaan kajian akademis terkait penambahan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan mendesak akan akses pendidikan jenjang menengah pertama yang lebih merata bagi masyarakat setempat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, memastikan bahwa proses tindak lanjut pembangunan tersebut mulai berjalan tahun ini setelah pengajuan anggaran mendapatkan persetujuan. Sebagai tahap awal akan dilakukan kajian akademis pada perubahan anggaran keuangan (PAK).
’’Alhamdulillah, pengajuan anggaran kita sudah di-ACC. Tahun ini kita akan segera memulai langkah konkret dengan menunjuk tim profesional dari kalangan akademisi untuk melakukan kajian teknis dan strategis di sana,’’ ungkapnya.
Sembari menunggu hasil kajian akademis rampung, Dinas Pendidikan memastikan bahwa proses pelayanan pendidikan untuk peserta didik di wilayah Ngingasrembyong akan tetap menjadi prioritas. Sebagai solusi sementara, Pemkab Mojokerto menyiapkan fasilitas kendaraan antar jemput sekolah.
Menurut Amsar, kebijakan ini diambil untuk memastikan mobilitas siswa terjamin dan lingkungan pendidikan tetap kondusif selama proses persiapan pembangunan berlangsung.
’’Insya Allah, kondisi di Ngingasrembyong masih sangat kondusif. Untuk jangka pendek ini, kita akan memfasilitasi kendaraan antar jemput bagi peserta didik sesuai dengan kebutuhan di lapangan,’’ jelasnya.
Amsar menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi intensif dengan Kepala Desa (Kades) Ngingasrembyong. Diskusi tersebut bertujuan untuk memetakan kebutuhan siswa serta merumuskan skema operasional antar jemput yang paling efektif dan tepat sasaran.
’’Terkait teknis antar jemput ini, kami akan ajak pak kades berdiskusi kembali. Kita akan carikan solusi terbaik yang paling meringankan beban masyarakat, sambil kita terus mengawal proses kajian dari pihak akademisi,’’ pungkas Amsar.
Langkah Pemkab Mojokerto ini disambut positif oleh warga, yang berharap kehadiran SMPN 3 Sooko nantinya dapat mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak di Desa Ngingasrembyong dan sekitarnya. ’’pemerintah desa akan mengawal pemenuhan fasilitas pendidikan di desanya. Termasuk melakukan koordinasi secara masif dengan pemerintah daerah,’’ ungkap Kades Ngingasrembyong, Kusdianto dikonfirmasi.
Menurutnya perjuangan keras ini harus membuahkan hasil. Sebab, pihaknya tidak ingin setiap tahun ajaran baru, warga desanya yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya selalu dibuat resah lantaran sulit masuk ke sekolah negeri akibat terbentur zonasi. ’’Kami ingin persoalan tiap tahun ini ada solusi jangka panjang. Makanya kita ngotot dengan pendiran SMPN 3 Sooko, ini akan menjadi solusi dan harapan baru bagi masyarakat kami,’’ pungkansya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah