Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penanganan Tanggul Ambrol di Kota Mojokerto Lamban

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 29 April 2026 | 08:27 WIB
BELUM DIPERBAIKI: Kondisi tanggul Sungai Sadar yang ambrol di Jalan Tropodo, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, kemarin (28/4). (Adi JPRM)
BELUM DIPERBAIKI: Kondisi tanggul Sungai Sadar yang ambrol di Jalan Tropodo, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, kemarin (28/4). (Adi JPRM)

 

Sebulan Tak Diperbaiki, Permukiman Warga Terancam 

KOTA - Sejumlah titik tanggul sungai di Kota Mojokerto yang ambrol bulan lalu tak kunjung diperbaiki. Lambatnya penanganan berpotensi membuat kerusakan tanggul kian meluas dan mengancam permukiman warga. Pantauan kemarin (28/4), salah satu titik tanggul yang masih dibiarkan rusak berada di aliran Sungai Sadar, Jalan Tropodo, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan.

Plengsengan sungai sepanjang belasan meter tepat di samping markas Denbekang V/2.B Mojokerto itu ambrol pada Senin (17/3) lalu. Tingginya debit sungai menggerus tembok sungai setinggi kurang lebih tiga meter tersebut. 

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Basuki Ismail mengatakan, pihaknya sudah memonitor tanggul yang ambrol. Menurutnya, kondisi tersebut sudah dilaporkan ke BBWS Brantas, Perum Jasa Tirta (PJT) I, dan Dinas PU SDA Provinsi Jatim. ’’Kami sudah berkirim surat ke tiga instansi itu karena intinya agar segera ada penanganan, terlepas dari siapa pun,’’ ujarnya, kemarin (28/4). 

Selain di Jalan Tropodo, tanggul Sungai Sadar di Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan juga ambrol. Pun demikian dengan tanggul Sungai Brangkal yang berada di Sinoman Gang 8 di Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, dan di Gang Tanggul, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon. Tanggul di Sinoman longsor sejak pertengahan bulan lalu akibat tergerus tingginya debit air usai hujan deras. 

Basuki menyatakan, seluruh titik tanggul yang rusak telah dilaporkan kepada tiga instansi pemilik kewenanganan agar segera mendapat penanganan. ’’Semua kerusakan tanggul kita laporkan, baik yang di Sungai Brangkal maupun di Sungai Sadar,’’ jelasnya. Tanggul Sungai Brangkal di Kota Mojokerto dalam kondisi kritis. Saat ini, sedikitnya lima titik tanggul mengalami ambrol karena tergerus aliran sungai. Kerusakan tersebut meluas dan berakibat jebol apabila tak segera diperbaiki. 

Sebelumnya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, sedikitnya terdapat lima titik tanggul dalam kondisi kritis akibat abrasi. Tingkat kerusakannya berada di kategori sedang hingga parah. Kondisi ini dinilai mengancam keselamatan ribuan warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai. ’’Mengingat cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan di hulu, risiko tanggul rembes atau jebol sangat besar,’’ katanya saat kegiatan kerja bakti di Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Jumat (27/3). 

Menurutnya, pemkot tidak memiliki otoritas untuk memperbaiki tanggul sungai yang rusak. Karena itu, pihaknya bersurat ke Perum Jasa Tirta selaku pengelola aset agar segera melaksanakan revitalisasi. ’’Surat tersebut juga akan kami tembuskan kepada kementerian agar mendapatkan atensi khusus dari pemerintah pusat sebelum terjadi kerusakan yang lebih fatal,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#tanggul jebol #tanggul ambrol #tanggul kali sadar