KABUPATEN - Pemkab Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah di pendapa Kecamatan Jetis, Rabu (15/4). Menjual kebutuhan pokok dengan harga murah ini menjadi momentum rangkaian peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto.
Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Noerhono mengatakan, pasar murah yang digelar di pendapa Kecamatan Jetis ini bagian dari stabilisasi harga yang dilakukan Pemkab Mojokerto. Hal itu seiring dengan fluktuasi harga kebutuhan pokok yang seringkali menjadi tantangan bagi masyarakat.
’’Jadi kegiatan pasar murah ini bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga yang terjangkau,’’ ungkapnya, kemarin (15/4).
Menurutnya, melalui pasar murah ini, selain menjaga stabilisasi harga, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berupaya meningkatkan daya beli masyarakat. Sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto. Termasuk sebagai upaya pengendalian inflasi daerah.
’’Momentum hari jadi ini juga menjadi refleksi bagi pemda untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial demi terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,’’ jelasnya.
Pihaknya berharap masyarakat Kecamatan Jetis dapat memanfaatkan kegiatan pasar murah ini dengan sebaik-baiknya. ’’Pemerintah daerah akan terus berkomitmen menghadirkan program-program yang pro rakyat dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,’’ tegasnya.
Benar saja, sejumlah komoditas yang dijual ini harganya lebih murah dari harga pasar. Meliputi, beras SPHP dan premium yang disediakan Bulog, minyak goreng, gula pasir yang disediakan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Gempolkrep. Selain itu, juga ada beras merek Sawah Hijau yang disediakan PT Padi Indonesia Maju (PIM). Lalu, ada daging ayam, cabai, bawang merah dan putih, hingga produk olahan dan kerajinan warga.
Baca Juga: Disperindag Kabupaten Mojokerto Raih Penghargaaan DTU dan Terinovatif
Penjualan dengan harga miring ini sontak diserbu masyarakat. Mereka berbondong-bondong belanja untuk memanfaatkan pasar murah yang digelar.
’’Dan alhamdulillah, beras dua ton setengah dari Bulog dan PT PIM banyak diserbu masyarakat. Termasuk gula yang kita kerjasamakan dengan SGN PG Gempolkrep sejak pagi juga ditebas warga. Ini membuktikan antusiasme masyarakat sangat tinggi,’’ jelas Noerhono. Di sisi lain momentum ini juga sebagai sarana promosi dan pemasaran produk industri kecil menengah atau IKM lokal. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah