Ditargetkan Tangani Banjir di Enam Ruas Jalan
KABUPATEN - Penanganan banjir dan genangan yang kerap meluber ke jalan dan menghambat arus lalu lintas tahun ini bakal menjadi prioritas pembangunan daerah. Dengan pagu anggaran Rp 4,7 miliar, pekerjaan fisik ini menyasar enam titik saluran.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah, mengatakan tahun ini setidaknya ada enam paket proyek drainase yang menjadi fokus pengerjaan.
Sejumlah titik yang menjadi prioritas tak lain menjadi kawsan yang rawan terjadi genangaan atau banjir saat musim hujan. ’’Artinya, proyek drainase ini memang bagian dari upaya pemkab melakukan penanganan banjir dan genangan,’’ ungkapnya.
Pada peningkatan sistem drainase perkotaan Desa Jetis, Kecamatan Jetis ini misalnya. Proyek dengan pagu Rp 232 juta ini ditargetkan bisa menekan luberan air ke jalan raya yang selama ini terjadi saat hujan deras. Yang mana, kondisi itu cukup mengganggu lalu lintas. Terlebih, ruas jalan tersebut menjadi simpul pertemuan sehingga rawan macet.
’’Harapannya dengan pekerjaan infrastruktur ini, ke depan fungsi drainase kembali normal. Setidaknya, genangan air yang meluber ke jalan raya saat hujan deras bisa ditekan seminimal mungkin,’’ tegasnya.
Lalu, pembangunan saluran drainase lingkungan di Desa Jatirejo, Kecamatan Jatirejo sebesar Rp 736 juta; Desa Modongan, Kecamatan Sooko Rp 938 juta; Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan Rp 1,4 miliar. Juga, peningkatan sistem drainase perkotaan Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari Rp 970 juta dan di Desa Trawas, Kecamatan Trawas sebesar Rp 452 juta.
Baca Juga: Proyek Drainase dan Perluasan SPAM Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Tuntas
’’Total pagunya sebesar Rp 4,7 miliar. Output-nya, panjang saluran yang terbangun, peningkatan kapasitas pengaliran air menuju outlet, dan memininalisir resiko genangan di area jalan,’’ jelasnya.
Sebagai percepatan pembangunan, kini sejumlah paket proyek masuk perencanaan. Sehingga diproyeksikan, baru masuk pengadaan bulan depan.
’’Untuk menghemat waktu dan percepatan pembangunan daerah kita memakai e-purchasing. Paling tidak dengan sistem e-katalog ini, dua minggu sudah muncul pemenang dan bisa dilanjut pengerjaan di lapangan,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah