’’Ke depannya, memang kita arahkan pula nantinya ada galeri khusus yang akan memajang produk lokal dari UMKM yang ada di Kecamatan Dawarblandong berkat inovasi Daun Emas ini,’’
Akhmad Taufiq
Camat Dawarblandong
Dalam semangat Catur Abhipraya Mubarok, setahun kepemimpinan Bupati Muhammad Albarraa dan Wakil Bupati dr. M. Rizal Octavian, membangun kemandirian ekonomi berbasis masyarakat menjadi salah satu visi yang diusung. Sejalan dengan prinsip itu, Kecamatan Dawarblandong memiliki potensi produk UMKM lokal desa seperti makanan olahan, kerajinan, hingga produk rumah tangga.
KEBERAGAMAN produk lokal tersebut dijadikan peluang sekaligus kesempatan bagi Kecamatan Dawarblandong untuk menggeber penguatan produk lokal dan digitalisasi pemasaran. Oleh karena itu, Kecamatan Dawarblandong menghadirkan inovasi Daun Emas (Dawarblandong UMKM naik kelas menuju ekonomi mandiri dan sejahtera).
’’Dengan tagline Dari Produk Lokal Dawar, Menuju Pasar Lebih Besar, inovasi ini menjadi program fasilitasi UMKM agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,’’ kata Camat Dawarblandong Akhmad Taufiq.
Inovasi ini menyasar berbagai kelompok ekonomi kemasyarakatan desa di Kecamatan Dawarblandong. Seperti UMKM, kelompok usaha masyarakat, industri rumah tangga, UMKM pemula, hingga UMKM yang sudah berjalan tetapi belum berkembang.
Taufiq menjelaskan, program Daun Emas ini nantinya akan terintegrasi dengan inovasi pemasaran Si Mas Dolan Ke Dawar (fasilitasi pemasaran produk unggulan desa). ’’Sehingga ekosistem inovasi Kecamatan Dawarblandong diawali dengan Daun Emas yang berfokus pada pembinaan UMKM kemudian ditindaklanjuti dengan Si Mas Dolan Ke Dawar yang nantinya berpusat pada promosi dan pemasaran produk,’’ imbuhnya.
Dalam Daun Emas, sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pemasaran produk lokal dapat dilakukan oleh warga dengan mudah. Di antaranya pendataan UMKM terpadu, pendampingan usaha, fasilitasi legalitas usaha dan promosi produk, penguatan branding produk, serta digitalisasi pemasaran.
’’Tujuan inovasi ini untuk meningkatkan daya saing produk UMKM lokal Dawarblandong supaya naik kelas. Sekaligus memperluas akses pemasaran produk lokal serta meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM lewat penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa,’’ jelas dia.
Pelaksanaan inovasi Daun Emas juga menggandeng sejumlah sektor. Tak hanya dari pemdes atau organisasi desa, melainkan juga sejumlah OPD terkait, perguruan tinggi, hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
’’Inovasi Daun Emas ini punya sejumlah keunggulan. Karena berbasis potensi lokal desa sehingga bisa melibatkan kolaborasi lintas sektor. Selain dapat memperkuat ekonomi masyarakat, ini juga mendukung program pengentasan kemiskinan. Di mana, inovasi ini juga menjadi sistem pendampingan UMKM terpadu di tingkat kecamatan,’’ paparnya.
Tentunya, dengan penerapan Daun Emas yang membawahi beragam produk lokal, diharapkan UMKM khusus Kecamatan Dawarblandong naik kelas dan produknya lebih dikenal luas. Di samping itu, terdapat peningkatan pendapatan masyarakat yang beriringan dengan terbentuknya ekosistem ekonomi lokal yang kuat.
’’Ke depannya, memang kita arahkan pula nantinya ada galeri khusus yang akan memajang produk lokal dari UMKM yang ada di Kecamatan Dawarblandong berkat inovasi Daun Emas ini,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah