DISALURKAN: Wabup Mojokerto dr. Muhammad. Rizal Octavian menyerahkan paket bantuan material untuk perbaikan konstruksi rumah warga terdampak angin kencang. (Ok-ris)JAWA POS RADAR MOJOKERTO- Pemkab Mojokerto menyalurkan bantuan material konstruksi bagi warga terdampak bencana angin kencang di tiga wilayah kecamatan, Sabtu (4/4). Memasuki musim kemarau, ke depan masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi bencana kebakaran hingga kekeringan.
Penyaluran bantuan diserahkan langsung Wakil Bupati Mojokerto dr. Muhammad Rizal Octavian bersama tim BPBD. Paket material konstruksi diserahkan kepada warga terdampak di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko; Desa Bicak; Kecamatan Trowulan; dan Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis. ”Kita memberi bantuan ke empat rumah di tiga desa,” ungkapnya.
Baca Juga: Langkah Kecil, Dampak Besar: Cara Sederhana Menjaga Lingkungan Sehari-hari
Rizal menyatakan, bantuan material yang diberikan ini bervariatif, tergantung jenis kerusakan yang dialami masing-masing rumah terdampak. Di antaranya disalurkan dalam bentuk paket atap berupa asbes dan kayu balok.
Selain itu, juga terdapat bahan bangunan terdiri dari bata merah, pasir, dan semen. ”Kejadian angin kencang seperti ini ada hampir tiap tahun. Jadi, bantuan ini agar bisa membantu permasalahannya (warga terdampak),” tandasnya.
Warga terdampak angin kencang di tiga wilayah kecamatan itu juga dijatah bantuan bahan pangan berupa sembako. Dalam kesempatan tersebut, sosok yang akrab disapa dokter Rizal ini mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap berbagai ancaman bencana.
Baca Juga: Jangan Sampai Lelah Sendiri: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental
Khususnya pada April ini yang telah memasuki awal musim kemarau. Bahkan, rentang waktunya diprediksi akan jauh lebih panjang akibat fenomena yang disebut El Nino Godzilla. Sebab, Pemkab Mojokerto juga telah mengantisipasi untuk mencegah terjadinya ancaman kebakaran dan kekeringan, terutama di wilayah hutan.
”Menghadapi musim kering yang panjang dan sangat panas, masyarakat juga diharapkan lebih menjaga kondisi tubuhnya karena penyakit paling sering biasanya dehidrasi,” pungkas dia. (ram/ris)
Editor : Imron Arlado