Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Menuju Zero Stunting melalui Inovasi Trawas Sinawang

Khudori Aliandu • Kamis, 2 April 2026 | 04:31 WIB
KOLABORASI: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa didampingi Sekdakab Teguh Gunarko dan OPD terkait menandatangani komitmen menekan angka stunting dalam giat rembuk stunting di Pendapa Graha Majatama .
KOLABORASI: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa didampingi Sekdakab Teguh Gunarko dan OPD terkait menandatangani komitmen menekan angka stunting dalam giat rembuk stunting di Pendapa Graha Majatama .

 

’’Pada bulan Januari, alhamdulillah stunting turun di angka 7,6 persen, dan di Februari 2026 kembali turun di angka 7,2 persen. Kita targetkan bisa terus kita tekan sampai zero stunting.’’

 Lies Setyautaminingsih

Plt Camat Trawas

KECAMATAN Trawas, Kabupaten Mojokerto, berkomitmen mewujudkan program prioritas yang dicanangkan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dan Wakil Bupati (Wabup) dr. Muhammad Rizal Octavian. Melalui inovasi Trawas Sinawang (sinergi, akuntabel, wajar, dan networking), dalam setahun terakhir ini berhasil menurunkan angka stunting. Termasuk bergerak cepat dan berkolaborasi dengan relawan dalam penanganan bencana. 

Plt Camat Trawas Lies Setyautaminingsih menyatakan komitmennya dalam mendukung suksesi visi misi kepala daerah yang tertuang dalam Catur Abhipraya Mubarok. Salah satunya diimplementasikan melalui inovasi Trawas Sinawang. ’’Melalui inovasi Trawas Sinawang, kami ingin membentuk generasi yang ber-SDM (sumber daya manusia) cerdas, kuat, hebat dan mandiri,’’ ungkapnya. 

Melalui sinergitas lintas sektoral yang kuat, Kecamatan Trawas mampu menurunkan angka stunting dalam satu tahun kepemimpinan Gus Bupati-Dokter Rizal. Dari yang awalnya 9,4 persen, kini angka stunting di kecamatan dengan 13 desa ini terus menurun. ’’Pada bulan Januari, alhamdulillah stunting turun di angka 7,6 persen, dan di Februari 2026 kembali turun di angka 7,2 persen. Kita targetkan bisa terus kita tekan sampai zero stunting,’’ tegasnya. 

Penurunan ini buah hasil konsistensi strategis program intervensi yang dilakukan Kecamatan Trawas. Pada seksi pemerintahan, misalnya. Pihaknya melakukan pendampingan anggaran desa melalui evaluasi rancangan APBDes untuk  penanganan stunting. Termasuk monitoring dan evaluasi penanganan stunting melalui program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di 13 desa dan penguatan PAUD. 

Selanjutnya, pada seksi kemasyarakatan, terang Lies, rutin melaksanakan koordinasi bersama kepala puskesmas, bidan desa, bunda PAUD desa, kepala desa, forkopimca, KUA, hingga dinas pendidikan (dispendik) pada kegiatan mini lintas sektor dan mini lokakarya. ’’Kami secara aktif juga memfasilitasi OPD (organisasi perangkat daerah) terkait, dalam melaksanakan program penanganan stunting. Baik dari program puskesmas, dispendik, KUA, dan dinas DP2KBP2,’’ bebernya. 

Sedangkan pada seksi pembangunan, memantau dan bersinergi dengan KPM (kader pembangunan manusia) sebagai kader pencatatan, pelaporan, dan evaluasi kasus stunting di desa. ’’Secara berkala kami melakukan edukasi dan intervensi melalui pendekatan mendalam pada kasus stunting. Yakni, dengan melakukan pendampingan keluarga rawan stunting hingga monitoring perkembangan data stunting secara berkala,’’ jelasnya. (ori/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Kecamatan Trawas #inovasi opd pemkab mojokerto #Pemkab Mojokerto #setahun kepemimpinan mubarok