’’Khusus di Kelurahan Meri, sudah kami inventarisir mana saja titik tanggul Sungai Sadar yang rusak. Kemudian tiga titik ini kami koordinasikan bersama DPUPR Perakim Kota Mojokerto untuk disurati ke BBWS Brantas.’’
Fauzan Hadiyan Ichsan
Lurah Meri
Di Kelurahan Meri, Rawan Terjadi Banjir Luapan
KOTA - Sejumlah titik tanggul Sungai Sadar di Kota Mojokerto dalam kondisi rusak atau kritis. Hal tersebut dikhawatirkan dapat memicu banjir luapan saat hujan deras dan debit air kali meningkat.
Di wilayah Kelurahan Meri saja, terdapat tiga titik tanggul Kali Sadar dalam kondisi kritis. Satu titik tanggul rusak berada di barat kawasan Perum Griya Permata Meri (GPM). Kemudian, satu titik di Lingkungan Tropodo dan Lingkungan Meri Dukuhan.
’’Khusus di Kelurahan Meri, sudah kami inventarisir mana saja titik tanggul Sungai Sadar yang rusak. Kemudian tiga titik ini kami koordinasikan bersama DPUPR Perakim Kota Mojokerto untuk disurati ke BBWS Brantas,’’ terang Lurah Meri Fauzan Hadiyan Ichsan, kemarin.
Ia menguraikan, satu tanggul kritis di barat kawasan GPM lebih dahulu rampung diperbaiki tahun 2025. Sementara satu tanggul berdimensi 29 x 4 meter persegi di Lingkungan Tropodo kini tengah diperbaiki dan telah mencapai tahap akhir. ’’Yang di Tropodo informasinya ditarget selesai tanggal 10 Maret,’’ jelasnya.
Praktis, tersisa satu titik tanggul Kali Sadar dalam kondisi kritis di Lingkungan Meri Dukuhan. Fauzan berharap, agar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas selaku pemangku kewenangan mampu memulihkan seluruh tanggul rusak di wilayah Meri yang telah teridentifikasi.
Sebab, tiga titik infrastruktur pengendali banjir tersebut dinilai sudah tidak berfungsi optimal. Sehingga warga khawatir tanggul jebol saat debit Kali Sadar meningkat. ’’Beberapa titik tanggul yang kami identifikasi ini perlu perbaikan. Kami berharap seluruhnya bisa diperbaiki tahun ini,’’ pungkas Fauzan. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah