’’Yang jenisnya ikan, seperti ikan asin dan cumi asin, semuanya mengandung formalin. Lalu, kita juga menemukan salah satu bahan untuk kerupuk puli itu mengandung boraks.’’
Muhammad Albarraa
Bupati Mojokerto
’’Beberapa jenis produk pangan seperti biskuit kaleng, kacang mente, dan tepung terigu kemasan, kita dapati dalam kondisi tak layak edar. Karena kalengnya penyok, kemasan rusak, hingga izin edarnya mati tidak diperpanjang.’’
Dyan Anggrahini Sulistyowati.
Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto
Dinkes Dapati Kemasan Biskuit dan Mente Kedaluwarsa
KABUPATEN - Pemkab Mojokerto Mojokerto ingin memastikan produk makanan-minuman (mamin) yang dikonsumsi masyarakat saat Lebaran nanti benar-benar aman.
Kemarin (12/3), tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Pertanian (Disperta), Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari), serta Satpol PP Kabupaten Mojokerto melakukan inspeksi mendadak di dua titik di Kecamatan Mojosari dan Pungging bersama Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa.
Dalam sidaknya, Gus Bupati mendapati produk pangan terindikasi mengandung bahan pengawet berbahaya di Pasar Raya Mojosari. Dia menegaskan, produk yang tidak layak tersebut harus segera ditarik dari peredaran demi melindungi konsumen.
’’Yang jenisnya ikan, seperti ikan asin dan cumi asin, semuanya mengandung formalin. Lalu, kita juga menemukan salah satu bahan untuk kerupuk puli itu mengandung boraks,’’ katanya.
Ia mengingatkan kepada masyarakat agar lebih seksama dan teliti sebelum membeli produk pangan. Utamanya ketiga bahan tersebut yang telah diuji rapid test kit oleh Dinkes Kabupaten Mojokerto.
’’Artinya, ini mengandung bahan-bahan yang tidak boleh dikonsumsi oleh manusia. Jadi, dari sini saya imbau kepada masyarakat untuk berhati-hati membeli ketiga jenis makanan,’’ paparnya.
Pihaknya juga sempat melakukan pengecekan kualitas daging ayam hingga daging sapi. Dalam sidak tersebut, Gus Bupati menyatakan, untuk jenis daging terbilang aman dikonsumsi. ’’Untuk jenis daging-dagingan semuanya aman. Baik daging sapi, ayam, itu aman,’’ terangnya.
Dari hasil temuan tersebut, Gus Bupati menyatakan, para pedagang sudah diberikan sosialisasi. Sebagai langkah tindak lanjut, para pedagang diimbau agar lebih berhati-hati sebelum mengambil barang untuk dijual kembali kepada konsumen.
’’Dilarang untuk dijual. Kepada pihak penjual sudah kita sampaikan agar untuk pembelian berikutnya, kita imbau kepada penjual untuk lebih berhati-hati dalam mengkulak atau mengambil barang untuk dijual lagi ke konsumen,’’ tandasnya.
Di lokasi yang sama, Gus Bupati sempat melakukan pengecekan harga beberapa kebutuhan pokok. Dalam pengecekan itu, orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini menyebutkan, harga beberapa bahan pokok terbilang stabil.
’’Yang agak fluktuatif itu telur, kadang harganya naik, kadang turun. Untuk harga beras dan minyak itu stabil, yang agak tinggi gula dan daging ayam. Karena sudah hampir hari raya. Jadi, harganya relatif tinggi dari hari hari sebelumnya. Apalagi, ini permintaan masyarakat juga banyak karena jelang Lebaran,’’ tandasnya.
Kemudian, tim dinkes juga melakukan pengecekan produk mamin pada salah satu swalayan yang berada di Kecamatan Pungging. Dari hasil sidak yang dilakukan, sejumlah produk pangan didapati memiliki kemasan rusak hingga izin edar produk kedaluwarsa.
’’Beberapa jenis produk pangan seperti biskuit kaleng, kacang mente, dan tepung terigu kemasan, kita dapati dalam kondisi tak layak edar. Karena kalengnya penyok, kemasan rusak, hingga izin edarnya mati tidak diperpanjang,’’ kata Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati.
Atas temuan tersebut, pihaknya mengimbau swalayan terkait agar tak lagi memajang produk pangan dengan kemasan rusak dan izin edar yang kedaluwarsa. ’’Sudah kita minta pengelola toko untuk memisahkan produk yang berkemasan rusak dari rak penjualan agar tidak memicu kekhawatiran konsumen,’’ pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah