KOTA - Area depan TPS Wates, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, dipenuhi tumpukan sampah, kemarin (9/3). Depo yang berada di Jalan Penanggungan itu tetap dibuangi sampah meskipun sudah tutup.
Dani, salah satu warga sekitar TPS mengatakan, dirinya sengaja membuang sampah di tempat tersebut. Alasannya, karena TPS3R yang disiapkan sebagai pengganti jaraknya terlalu jauh. ’’Kurang sosialisasi juga kalau TPS-nya sudah dipindah,’’ dalihnya, kemarin.
Kemarin pagi, dinas lingkungan hidup (DLH) akhirnya mengevakuasi sampah karena telah menggunung di depan pagar TPS. Pemandangan tersebut menimbulkan kesan kumuh. Apalagi, TPS Wates berada di sudut persimpangan jalan yang padat penduduk. Jumlah sampah yang diangkut petugas mencapai satu truk.
Sampah dominan sisa kebutuhan rumah tangga itu dibungkus dalam ratusan kantong plastik. ’’Sudah diberi tulisan larangan, tapi masih dibuang ke situ,’’ sesal Lurah Wates Eka Andriansyah, kemarin.
Eka menjelaskan, TPS Wates ditutup seiring beroperasinya TPS3R Wates yang berjarak sekitar 700 meter di Jalan Ken Dedes. Warga pun diarahkan beralih membuang sampah ke tempat penampungan di timurnya SMPN 9 Mojokerto itu. ’’TPS3R sudah beroperasi per 2 Maret lalu,’’ tuturnya.
Sejak ditutup, pihak kelurahan bersama DLH memasang pemberitahuan pemindahan TPS. Banner larangan membuang sampah di ruas tersebut berikut ancaman pidana bagi yang melanggar juga telah dipajang. Hanya saja, peringatan tersebut tampaknya tak diindahkan masyarakat hingga akhirnya muncul timbunan sampah.
Sebelumnya, tempat sampah liar juga muncul di sepanjang Jalan Ken Dedes awal Februari lalu. Saat itu, kuota sampah di TPS Wates dibatasi seiring proses peralihan ke TPS3R Wates yang masih tahap persiapan operasional oleh kelompok pengguna dan pemanfaat (KPP) dari unsur masyarakat setempat. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah