Konsistensi Pelibatan Pelaku Seni dan Budaya
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto mengatakan, selama satu tahun kepemimpinan Gus Bupati-Dokter Rizal, lebih dari sepuluh kegiatan seni dan budaya digelar.
Mulai dari festival budaya, pentas seni tradisional, hingga kegiatan adat yang melibatkan sanggar dan komunitas lokal. Di antaranya seminar kebudayaan, fasilitasi seniman, ekskavasi situs, Troloyo Festival, dan pagelaran seni di TMII. Termasuk berpartisipasi dalam Perayaan Hari Tari Sedunia yang diselenggarakan di Solo. ”Perayaan Hari Tari Sedunia (World Dance Day) di ISI Surakarta adalah salah satu perhelatan tari terbesar di Indonesia yang dikenal dengan tajuk ikonik 24 jam menari,” ungkapnya.
Dalam rangka memperingati Haul Syech Jumadil Kubro dan Hari Santri Nasional (HSN), pemda juga menggelar Troloyo Fest 2025 dengan tema Jejak Sejarah Jiwa Budaya Meneladani Warisan Para Ulama. ’’Troloyo Fest 2025 pagelaran ini sekaligus memperkenalkan Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu titik penting awal mula penyebaran agama Islam di nusantara,’’ tuturnya.
Secara konsisten, setiap tahun, disbudporapar kerap menghadirkan kesenian khas dalam event yang digelar Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur. Seperti ludruk, bantengan, Tari Bedhaya Mojosakti, dan pameran produk unggulan UMKM daerah. Kegiatan ini sekaligus sebagai ajang promosi budaya di luar daerah. ’’Pembangunan harus berangkat dari budaya. Di situlah jati diri dan kebanggaan masyarakat dibangun,’’ tegas Ardi.
Pembinaan Prestasi dan Peningkatan Partisipasi
Di sektor olahraga, tahun pertama kepemimpinan Gus Barra-Dokter Rizal, pemda kerap memfasilitasi belasan kejuaraan dan turnamen olahraga di berbagai tingkatan. Hasilnya, lahir ratusan atlet lokal yang sukses mengharumkan nama baik daerah di berbagai cabang olahraga (cabor). Kompetisi olah raga antardesa juga turut meningkatkan partisipasi publik.
Termasuk memfasilitasi berbagai organisasi keolahragaan. Meliputi, KONI, KORMI, maupun NPCI melalui dana hibah setiap tahunnya. ’’Dukungan kuat pemda menjadikan atlet kita pada Porprov Jatim 2025 berhasil memperoleh 18 medali emas, 31 perak, dan 46 perunggu. Dan berhasil menduduki peringkat 12,’’ jelas Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto.
Sedangkan di ajang Fornas, ada 1 medali emas dan mewakili Provinsi Jatim. Lalu, ajang Pepraprov, atlet NPCI berhasil meraih 1 perak dan 2 perunggu. Selanjutnya di ajang Parlimpiade Nasional, memperoleh 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Sementara di ajang internasional, atlet NPCI meraih 1 perunggu di Asian Youth Paragame, 1 emas dan 1 perak di ajang Indonesia Para Badminton 2025.
Dorong Kemandiran Ekonomi Milenial
Dalam bidang kepemudaan, pemda secara konsisten juga mendorong peran aktif generasi muda melalui berbagai program. Baik kewirausahaan maupun lomba pemuda pelopor. ’’Tujuannya, memberikan ruang aktualisasi bagi pemuda usia 16 hingga 30 tahun yang berkontribusi dan inovatif di berbagai bidang. Seperti pendidikan, sosial budaya, teknologi, hingga lingkungan hidup,’’ terang Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto
Untuk mendorong kemandirian ekonomi generasi muda, di 2025 disbudporapar turut menggelar mentoring kewirausahaan UMKM mentorpreneur. Diikuti pemuda pelaku UMKM dari berbagai kecamatan. ’’Program ini dirancang sebagai pendampingan terarah untuk meningkatkan kapasitas usaha dari aspek manajerial, operasional, pemasaran, hingga transformasi digital,’’ urainya.
Berbeda dengan pelatihan konvensional, mentorpreneur ini menghadirkan mentor pelaku usaha aktif dan terbukti sukses di bidangnya. Yakni, dengan pendekatan berbasis pengalaman praktis (best practice) sebagai solusi kontekstual terhadap tantangan usaha yang dihadapi peserta.
Kembangkan Wisata melalui Berbagai Event Ekraf
Sementara itu, di sektor pariwisata turut menunjukkan perkembangan signifikan sebagai hasil sinergi kebijakan bidang kebudayaan dan kepemudaan. Dalam satu tahun terakhir, pemkab menggelar 10 event pariwisata. Baik berbasis budaya, alam, maupun ekonomi kreatif (ekraf).
Event-event tersebut melibatkan lebih dari 150 pelaku UMKM lokal. Mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif. ’’Pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan ekraf dengan sasaran pelajar tingkat SMA dan pelaku desa wisata juga kita gelar,’’ beber Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto
Pada 2025, disbudporapar juga menyusun roadmap Pariwisata Kabupaten Mojokerto 2025-2029. Hal ini bakal jadi panduan strategis dalam pengembangan bidang pariwisata. Sebaliknya untuk meningkatkan amenitas di setiap objek wisata, pengembangan dan rehabilitasi juga dilakukan di tujuh objek wisata religi dan alam.
Terbaru, sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas tata kelola pariwisata, beberapa kali, Gus Bupati melakukan audensi dan koordinasi dengan Perum Perhutani dan Komisi IV DPR RI. Langkah ini diharapkan agar pola kerja sama pengelolaan pariwisata antara pemkab dengan PT Palawi Risorses lebih berkeadilan, berkelanjutan. Sehingga terwujud model pengelolaan wisata alam yang memberikan manfaat optimal bagi negara, daerah, dan masyarakat.
’’Prinsip utama dalam pengembangan pariwisata harus berdampak langsung bagi masyarakat. Pariwisata harus menggerakkan ekonomi rakyat. UMKM tumbuh, seniman berkarya, dan masyarakat merasakan manfaatnya,’’ jelasnya.
Dampak kebijakan tersebut mulai dirasakan masyarakat. Khususnya pelaku UMKM, perajin, dan warga di sekitar destinasi wisata. ’’Pariwisata tidak hanya menghadirkan kunjungan, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Model pembangunan ini memperlihatkan arah pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,’’ terang Ardi.
Menurutnya, satu tahun kepemimpinan memang belum cukup untuk menyelesaikan seluruh tantangan pembangunan. Namun, capaian awal yang ditunjukkan melalui puluhan event budaya dan olahraga, keterlibatan ratusan pemuda, ratusan UMKM, serta meningkatnya kunjungan wisata menjadi fondasi kuat menuju pembangunan daerah yang berkarakter dan berdaya saing.
Dia berharap, konsistensi kebijakan dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas budaya, pemuda, dan pelaku pariwisata menjadi kunci agar capaian ini terus meningkat. ’’Termasuk memberi manfaat berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat,’’ pungkasnya. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah