Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kandungan Gizi Program MBG Selama Ramadan di Kota Mojokerto Diragukan

Yulianto Adi Nugroho • Kamis, 26 Februari 2026 | 06:25 WIB

 

MENUAI SINDIRAN: Menu MBG yang diterima siswa sekolah di wilayah Mojokerto, kemarin (25/2).
MENUAI SINDIRAN: Menu MBG yang diterima siswa sekolah di wilayah Mojokerto, kemarin (25/2).

’’Kalau begini apanya yang bergizi.’’

Zakaria

Wali murid MI di Kota Mojokerto

 

’’Sekarang yang jadi pertanyaan, apakah menu tersebut layak untuk disebut makanan bergizi dan apakah sudah sesuai dengan harga yang ditentukan pemerintah?.’’

Nuryono Sugi Rahardjo

Anggota Komisi III DPRD Kota Mojokerto

 

MOJOKERTO RAYA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) edisi Ramadan di Mojokerto menuai sorotan tajam setelah sejumlah wali murid menilai porsi dan komposisi tidak sebanding dengan label ’’bergizi’’ serta anggaran Rp 8.000-Rp 10.000 per porsi. Kalangan DPRD pun mempertanyakan kandungan gizi serta kesesuaian menu dengan harga yang ditetapkan pemerintah. 

Sorotan terhadap menu MBG edisi Ramadan muncul di berbagai daerah, tak terkecuali di Mojokerto. Masyarakat ramai-ramai mengunggah makanan yang dibawa pulang anaknya dari sekolah ke media sosial. Mereka menyindir komponen menu karena dianggap terlalu sederhana.

MENUAI SINDIRAN: Menu MBG yang diterima siswa sekolah di wilayah Mojokerto, kemarin (25/2).
MENUAI SINDIRAN: Menu MBG yang diterima siswa sekolah di wilayah Mojokerto, kemarin (25/2).

Seperti paket MBG dari salah satu SPPG di Kecamatan Puri yang terdiri dari roti, sebutir telur rebus, kacang kulit, dan buah belimbing. Ada pula paket dari SPPG di Kecamatan Trowulan berupa dimsum, edamame, anggur, dan susu. 

Zakaria, wali murid di Kota Mojokerto, mengaku heran dengan menu MBG milik anaknya yang duduk di bangku madrasah ibtidaiyah (MI). Menurutnya, porsi yang biasanya berupa nasi dengan lauk pauk dan buah kini diganti makanan ringan seperti kacang dan telur. ’’Kalau begini apanya yang bergizi,’’ cetusnya, kemarin (25/2). 

Anggota Komisi III DPRD Kota Mojokerto Nuryono Sugi Rahardjo mengatakan, dirinya mendapat laporan dari sejumlah warga mengenai menu MBG yang diterima kemarin. Di antaranya menu roti, kacang polong, dan apel dari SPPG Kauman serta menu roti, kacang-kacangan, telur puyuh, dan kurma, dari SPPG Wates. ’’Saya lihat di media sosial ramai dibahas menu MBG, coba saya inisiatif cari informasi dan itu yang disampaikan warga,’’ tuturnya. 

MENUAI SINDIRAN: Menu MBG yang diterima siswa sekolah di wilayah Mojokerto, kemarin (25/2).
MENUAI SINDIRAN: Menu MBG yang diterima siswa sekolah di wilayah Mojokerto, kemarin (25/2).

Bejo, panggilan Nuryono, mengaku tak bermaksud mencari-cari kesalahan dalam penyaluran MBG. Hanya saja, karena menjadi perbincangan luas, pihaknya berusaha menampung aspirasi. Setelah melihat menu MBG tersebut, dirinya kini mempertanyakan kekucupan kandungan gizi serta kesesuaian harganya. ’’Sekarang yang jadi pertanyaan, apakah menu tersebut layak untuk disebut makanan bergizi dan apakah sudah sesuai dengan harga yang ditentukan pemerintah?,’’ tuturnya. 

Sesuai ketentuan BGN, harga bahan makanan setiap porsi MBG Rp 8 ribu untuk porsi kecil dengan penerima balita, PAUD, TK, dan SD kelas 1-3. Adapun harga Rp 10 ribu per porsi ditetapkan untuk kelompok penerima SD kelas 4-6, SMP, SMA, ibu hamil dan menyusui. Melalui unggahannya, SPPG Kauman mengklaim menu roti kelapa berry, kacang polong, dan apel fuji yang dibagikan kemarin memiliki kandungan energi 600,5 kkal, 21,1 gram protein, 12,6 gram lemak, 111,8 gram karbohidrat, dan 10,8 gram serat. 

Diberitakan sebelumnya, menu MBG yang disalurkan selama Ramadan akan diganti dengan menu kering. Kepada anak sekolah, menu tetap dibagikan pada pagi hari dan dibawa pulang ke rumah dengan asumsi untuk berbuka puasa. ’’(Menu) berupa keringan snack, (waktu pembagian) seperti biasa,’’ ujar Satgas SPPG Wates, Senin (16/2). (adi/fen/ris)

Editor : Fendy Hermansyah
#Pemkot Mojokerto #Pemkab Mojokerto #menu mbg dikritik #Sppg mojokerto #MBG Ramadan #mbg mojokerto