UPAYA membentuk generasi muda yang berkarakter dan menuju Indonesia Emas, sejalan dengan semangat kepemimpinan Catur Abhipraya Mubarok. Sehingga perlu adanya pola asuh serta bimbingan orang tua yang tepat di era digital. Untuk mewujudkannya, DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto menggalakkan kegiatan workshop Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI).
Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Bambang Wahyuadi mengungkapkan, pelaksanaan workshop ini menjadi komitmen bersama TP-PKK dalam membimbing anak dan orang tua, agar generasi muda memiliki kepribadian yang baik di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
’’Workshop yang telah dilaksanakan Oktober 2025 kemarin ini untuk menggerakkan dan menyamakan persepsi kader PKK dan anggotanya untuk mengambil peluang dalam mencetak generasi muda yang cerdas, jujur, dan bertanggung jawab,’’ paparnya.
Di sisi lain, gelaran workshop tersebut juga memperkuat peran dan kapasitas sumber daya penyedia layanan. Utamanya, dalam menyosialisasikan dan menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak bangsa yang memiliki tata krama, sopan santun, dan attitude yang berestetika dan beretika.
’’Karena di Kabupaten Mojokerto selama tahun 2024-2025 lalu, bentuk kekerasan pada anak didominasi kekerasan psikis maupun fisik. Hal ini diakibatkan karena rendahnya pengetahuan dan kurang optimalnya pola asuh anak yang positif,’’ terang Bambang.
Dengan beragam topik yang mengulas tentang parenting, kegiatan PAAREDI ini diisi secara langsung oleh tiga narasumber. Di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa, Direktur LPPA Bina Annisa Mojokerto Anam Anis, serta Direktur Lembaga Pelayanan Psikologi Geofira Gresik Riza Wahyuni.
Bambang menambahkan, pelaksanaan PAAREDI tersebut dinilai tepat bagi masyarakat. Dengan pola asuh yang tepat, orang tua diharapkan dapat membimbing anak-anak agar lebih bijaksana dalam memanfaatkan teknologi dan tidak mudah memengaruhi hal-hal negatif. Seperti pergaulan bebas, kekerasan, hingga tindakan anarkis.
’’Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tidak bisa lahir secara ilmiah, melainkan harus dibina sejak dini. Melalui program PAAREDI ini, diharapkan ke depannya mampu meningkatkan membentuk karakter cemerlang di masa yang akan datang,’’ pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah