BADAN Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto berkomitmen mengawal pembangunan tepat sasaran dan berdampak dalam kerangka misi Catur Abhipraya Mubarok. Langkah itu untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur, sebagaimana visi bupati dan wabup lima tahun ke depan.
Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi mengatakan, Badan Perencanaan Bappeda berkomitmen mengawal pembangunan tepat sasaran dan berdampak dalam kerangka misi Catur Abhipraya Mubarok.
Sehingga, sejak enam bulan bupati dan wakil bupati terpilih dilantik, pihaknya langsung tancap gas menyusun arah pembangunan selama 5 tahun ke depan melalui Perda RPJMD Kabupaten Mojokerto yang ditetapkan 20 Agustus 2025. ’’Arah pembangunan Kabupaten Mojokerto dalam visi besar, yaitu terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur,’’ ungkapnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, terang Bambang, pemkab menetapkan arah pembangunan yang dirumuskan dalam kerangka misi Catur Abhipraya Mubarok sebagai pijakan utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, kerangka ini menjadi komitmen bersama dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). ’’Termasuk penguatan kemandirian ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan dan pelayanan publik. Hingga perwujudan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,’’ jelasnya.
Sebagai implementasi Catur Abhipraya Mubarok, pemda menetapkan sejumlah program unggulan lintas misi yang diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pada misi pertama, fokus pembangunan diarahkan pada penguatan digitalisasi layanan publik serta perluasan akses pelayanan.
Misi kedua, pembangunan difokuskan pada perluasan akses pendidikan dan kesehatan yang berkeadilan. Termasuk peningkatan kesejahteraan pendidik dan tenaga keagamaan. ’’Lalu percepatan penurunan stunting, penguatan layanan kesehatan berbasis teknologi dan pelestarian seni dan budaya daerah dengan sebelas program unggulan,’’ terangnya.
Selanjutnya, misi ketiga, pemda mendorong penguatan UMKM, koperasi, BUMDesa, dan ekonomi berbasis komunitas melalui pengembangan pariwisata, industri kreatif, pertanian modern, pemberdayaan perempuan dan generasi muda. Tak terkecuali peningkatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja dengan 15 program unggulan.
Sementara itu, pada misi keempat, pembangunan diarahkan pada penyediaan infrastruktur dasar dan strategis yang merata dan berkelanjutan. Meliputi konektivitas wilayah, penyediaan air bersih dan sanitasi. ’’Ada juga pengembangan pusat pemerintahan, fasilitas olahraga, ketahanan air, penataan kawasan perbatasan, dan peningkatan kualitas hunian masyarakat dengan enam program unggulan,’’ paparnya. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah