KOTA – Gedung Bale Wilwatikta di kompleks kolam retensi Waduk Wilwatikta, Jalan Randu Gede, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, digelontor proyek lagi tahun ini. Pembangunan food court atau pusat jajanan itu sebelumnya telah menelan biaya Rp 4,4 miliar dari APBD 2024 dan hingga dua tahun belum difungsikan.
Proyek lanjutan bangunan bakal pujasera yang persis bersebelahan dengan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Muria Berseri itu dianggarkan Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto. Nilai yang diplot sebesar Rp 400 juta. ”Dipakai untuk pembenahan kalau tidak salah,” tutur seorang pejabat di lingkungan Pemkot Mojokerto, kemarin (10/2).
Semenjak tuntas digarap pada Desember 2024, Bale Wilwatikta sama sekali belum dimanfaatkan. Bangunan tersebut masih kosong dan akses masuknya ditutup rapat dengan seng. Meski masih menganggur, sejumlah bagian gedung telah mengalami kerusakan, seperti fondasinya retak dan lantai paving hilang.
Narasumber itu mengatakan, selain tambahan pekerjaan fisik bangunan, tahun ini juga akan dilakukan pekerjaan appraisal. Penyusunan harga itu dipakai untuk menentukan biaya sewa stan yang akan dikenakan kepada para penjual di food court.
Hingga kini, gedung Bale Wilwatikta belum diserahkan dinas PUPR Perakim kepada diskopukmperindag sebagai dinas pengelola. Sebelumnya, pekerjaan lanjutan telah menyentuh penambahan utilitas untuk keperluan operasional pujasera. ”Informasinya pihak diskopukmperindag waktu itu baru mau menerima serah terima kalau izin-izinnya sudah lengkap, ditambahi utilitas, dan dibuatkan appraisal,” tuturnya.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Basuki Ismail tak menjawab konfirmasi yang disampaikan Jawa Pos Radar Mojokerto terkait proyek lanjutan tersebut. Pekerjaan fisik Bale Wilwatikta diampu oleh bidang SDA. Pada Juni 2025 silam, pihak dinas PUPR Perakim pernah menyatakan proses pendataan ulang hasil pekerjaan dilakukan untuk melengkapi fasilitas food court yang masih kurang. Setelah itu, hasil pekerjaan baru akan diserahkan ke dinas pengelola.
Untuk diketahui, proyek Bale Wilwatikta digarap CV Tiga Bersaudara dengan nilai kontrak Rp 4,4 miliar dari APBD Kota Mojokerto pada Mei 2024. Salah satu proyek strategis pemkot tersebut tuntas pada Desember 2024. Adapun kolam retensi yang sedianya jadi pengendali banjir sudah lebih dulu dibangun pada 2023 dengan anggaran Rp 5,1 miliar. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah