JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Eks Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada 05 Februari 2026 di Istana Negara Jakarta.
Sebelum jadi Wamenkeu, Juda Agung menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak Januari 2022 sampai pengunduran dirinya awal Januari 2026.
Ia berkarir panjang di BI dalam berbagai posisi kebijakan ekonomi dan moneter. Juda Agung juga pernah menjadi Direktur Eksekutif di IMF (2017–2019).
Juda Agung mengaku sudah tidak asing lagi dengan lingkungan Kementerian Keuangan. Juda menegaskan bahwa dia sudah lama menjalin koordinasi intens dengan jajaran Kementerian Keuangan sejak dirinya di Bank Indonesia (BI)
Baca Juga: Gibran Sambangi Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, Begini Pesannya kepada Bupati Mojokerto
"Kalau melihat wajah-wajah dari Eselon 1, Eselon 2 ini yang wajah-wajah familiar bagi saya. Karena sejak saya mungkin di Eselon 3, Eselon 4 itu saya sudah sering koordinasi dengan kawan-kawan di kementerian Keuangan," ujar Juda di Kementerian Keuangan, Kamis (5/2/2026).
"Bukan hal yang baru bagi saya ya, di bidang koordinasi KSSK, fiskal moneter, itu sudah biasa. Jadi saya merasa nyaman lah untuk otoritas fiskal di kementerian Keuangan, bukan hal yang baru," sambungnya.
Pelantikan Juda dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Pengangkatan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3/M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
Baca Juga: Honda, Toyota, BYD, Geely hingga Wuling Berlomba Hadirkan Produk Baru di Ajang IIMS 2026
Beberapa pejabat negara juga turut hadir pada acara pelantikan ini, seperti: Wapres Gibran Rakabuming, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menko Hukum HAM dan Imipas Yusril Ihza Mahendra, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wamenkeu Suahasil Nazara, Menlu Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala BIN Herindra, Jaksa Agung ST Buhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Juda menilai, perpindahannya dari BI Kemenkeu membuat koordinasi lebih sinergi antara fiskal dan moneter. Hal ini juga merupakan pesan dari Presiden demi mencapai pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Iran Jadi Kunci Energi Global, Begini Perannya dalam OPEC
"Dan ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden pada kami, pada saya, waktu saya bertemu dia, arahnya adalah bahwa fiskal moneter harus terkoordinasi, tersinergi dengan baik untuk mencapai target-target pertumbuhan dan tentu saja juga at the same time kita harus juga menjaga stabilitas makro ekonomi, termasuk sustainabilitas dari fiskal," jelasnya. RIRA
Editor : Imron Arlado