Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mandek sejak Awal Tahun, MBG di Mojokerto Dijanjikan Kembali Dibagikan Hari Ini

Indah Oceananda • Kamis, 5 Februari 2026 | 07:45 WIB

 

PENERIMA PROGRAM: SDN Sumolawang, Kecamatan Puri, menjadi salah satu lembaga pendidikan yang menerima manfaat program MBG di Kabupaten Mojokerto.
PENERIMA PROGRAM: SDN Sumolawang, Kecamatan Puri, menjadi salah satu lembaga pendidikan yang menerima manfaat program MBG di Kabupaten Mojokerto.
 

MOJOKERTO RAYA - Sejumlah SPPG di Kabupaten Mojokerto diwacanakan kembali beroperasi hari ini (5/2). Menyusul, penyaluran program MBG di beberapa lembaga pendidikan sempat terhenti akibat dana operasional dari BGN belum cair. 

Di SDN Sumolawang, Kecamatan Puri, distribusi MBG yang mandek sejak Januari lalu akhirnya dijanjikan kembali beroperasi hari ini. ’’Dapat informasi dari SPPG-nya, besok 5 Februari (hari ini, Red) MBG-nya kembali dibagikan,’’ kata Kepala SDN Sumolawang Siti Machmudah, kemarin (4/2). 

Dia menjelaskan, paket MBG di SDN Sumolawang sendiri sempat tidak dibagikan selama satu bulan penuh. Akibatnya, siswa terpaksa kembali membawa bekal dari rumah. ’’Kita sudah tidak dapat MBG sejak awal masuk kemarin, ya Januari ini. Sebulan penuh tidak ada distribusi dari SPPG. Infonya karena kehabisan uang untuk operasional,’’ ungkapnya. 

Sedangkan di SDN Mlaten, Kecamatan Puri, disebutkan operasional SPPG Medali juga kembali berjalan normal hari ini. Itu setelah sempat diberhentikannya distribusi MBG kepada para siswa sejak Senin (2/2) lalu. ’’Mulai besok (hari ini, Red) sudah mulai ada lagi MBG,’’ terang Kepala SDN Mlaten Ida Royana. 

Sebelumnya, memang di SDN Mlaten sempat tidak menerima distribusi MBG selama tiga hari. Sebab, SPPG terkait memberikan informasi pemberhentian operasional sementara akibat terkendala pencairan dana dari pemerintah pusat.

’’Informasi dari SPPG-nya, dana operasional dari pusat belum turun. Selama tidak ada MBG, anak-anak juga kami imbau agar sarapan di rumah sebelum berangkat dan membawa bekal,’’ ulasnya. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Mojokerto belum sepenuhnya berjalan normal. Sebab, sejumlah SPPG dilaporkan menghentikan sementara operasional dapur mereka sejak Senin (2/2).

Bahkan, ada pula yang mandek sejak bulan Januari lalu akibat terkendala pencairan anggaran dari pemerintah pusat. Sehingga kondisi tersebut berdampak terhadap distribusi MBG ke masing-masing sekolah penerima manfaat. Diketahui, hingga saat ini terdapat 77 SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Mojokerto, dari total 106 unit yang ditargetkan. (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#MBG mandek #keracunan mbg #mbg kota mojokerto #mbg mogok #mbg mojokerto