Intensifkan Penyemprotan Disinfektan di Pasar Hewan
KABUPATEN - Mobilitas ternak di pasar hewan didominasi dari luar daerah. Kemarin (27/1), Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto mengintensifkan penyemprotan disinfektan mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kaki (PMK).
Disinfeksi dilakukan di Pasar Hewan Ngrame, Kecamatan Pungging, yang buka pada pasaran Wage, kemarin (27/1). Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada seluruh areal pasar maupun kendaraan yang datang dan keluar.
”Kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang membawa ternak, utamanya sapi dan kambing kami semprot semua,” ungkap staf Disperta Kabupaten Mojokerto sekaligus koordinator Pasar Hewan Ngrame, Sodikin.
Penyempotan juga menyasar rumah potong hewan (RPH) di Jalan Pemuda, Desa Ngrame, Kecamatan Pungging ini. Sodikin menyebut, disinfeksi bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran kasus PMK, khususnya di pusat perdagangan hewan. ”Supaya kejadian wabah PMK bisa cepat terkendali,” ulasnya.
Terlebih, lanjut dia, mobilitas hewan ternak di Pasar Hewan Ngrame didominasi dari luar daerah. Dari sekitar 200 ekor hewan ternak, di antaranya berasal dari wilayah tetangga. Seperti Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Jombang. ”Kebanyakan dari luar daerah. Yang dari Kabupaten Mojokerto sendiri hanya sedikit,” tandasnya.
Menurutnya, penyemprotan sedianya telah dilakukan secara rutin. Namun, saat ini kuantitasnya ditambah seiring munculnya gejala PMK yang menjangkiti hewan milik peternak. Langkah serupa juga bakal dilaksanakan bertahap di empat pasar hewan lainnya di Kabupaten Mojokerto. Antara lain, Pasar Hewan Pandanarum, Kecamatan Pacet; Pasar Hewan Sawahan, Kecamatan Bangsal; Pasar Hewan Mejero, Kecamatan Kutorejo; dan Pasar Hewan Pohjejer, Kecamatan Gondang.
Selain di Pasar Hewan Pohjejer, ungkap Sodikin, pelaksanaannya bakal dikoordinasikan dengan pemerintah desa masing-masing selalu pengelola. ”Untuk kelompok-kelompok peternakan, nanti teman-teman paramedik kesehatan hewan juga mengadakan penyemprotan disinfektan,” paparnya.
Di samping itu, imbuh dia, upaya pencegahan juga bakal dilakukan dengan pemberian vaksinasi terhadap hewan ternak berkaki empat. Mengingat, Disperta Kabupaten Mojokerto telah menerima laporan adanya tujuh ekor sapi di wilayah Kecamatan Dawarblandong yang mengalami gejala suspect PMK. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah