Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jembatan Turi Mojokerto Jadi Prioritas Revitalisasi

Khudori Aliandu • Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:30 WIB

 

 

KABUPATEN – Jembatan Turi di Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, akhirnya menjadi salah satu prioritas pembangunan Kementerian PUPR tahun ini. Sebagai langkah awal, Pemkab Mojokerto kini tengah menyiapkan perencanaan sebagai dasar pembangunan jembatan yang melintang di atas Sungai Porong tersebut. 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah membenarkan, belakangan ini Jembatan Turi yang mengalami sudah mengalami kelapukan tengah menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Bahkan, atensi tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung bersama anggota DPR dan bupati Mojokerto tahun lalu. ’’Setelah dilakukan peninjauan lapangan beberapa waktu lalu, Kementerian PUPR memberikan atensi untuk pembangunan Jembatan Turi tahun ini,’’ ungkapnya, Jumat (23/1). 

Jembatan yang melintas di atas Sungai Porong ini memang perlu dilakukan revitalisasi. Selain kondisinya yang memprihantinkan lantaran usianya sudah tua, sejak 1997 lalu jembatan tak pernah tersentuh perbaikan. Padahal, belakangan menjadi akses utama mobilitas warga sekitar. Baik untuk mendukung sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga perekonomian. ’’Nah, untuk mendukung revitalisasi oleh kementerian, saat ini kami sedang menyiapkan perencanaannya,’’ tuturnya. 

Menggandeng perguruan tinggi di Surabaya, dinas PUPR tengah menyiapkan kebutuhan pembangunan oleh kementerian. ’’Target untuk perencanaannya bisa selesai akhir Februari,’’ tambah mantan kabag Pengandaan Barang dan Jasa Setdakab Mojokerto tersebut. 

Namun, sejauh ini pemda belum mengetahui berapa besaran anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan jembatan tersebut. Di sisi lain, perencanaan yang tengah berproses ini akan menjadi dasar kementerian terkait untuk mengalokasikan pagu anggaran pembangunan jembatan. ’’Jadi, perencanaan itu kan untuk mengetahui berapa anggaran yang bakal dibutuhkan dalam pembangunan jembatan ini. Jadi, kita posisinya masih menunggu juga,’’ tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Leminggir Khusaeni menegaskan, dari hasil peninjauan lapangan sebelumnya, kementerian terkait sudah memberikan angin segar akan membangun jembatan tahun ini. Sehingga, Khusaeni berharap ke depan aktivitas warga tak lagi dibayangi bahaya kecelakaan atau tercebur sungai. Khususnya bagi para petani, pelajar, hingga pedagang, agar bisa melintasi jembatan dengan aman dan nyaman. 

’’Insya Allah pembangunan menyeluruh untuk Jembatan Turi dijadwalkan mulai April 2026. Jembatan ini adalah jalur vital penghubung antara Mojosari dengan Sidoarjo,’’ paparnya. Menurutnya, jembatan tersebut satu-satunya akses bagi petani menuju areal persawahan di sisi selatan sungai. Itu setelah ada sekitar 100 hektare lahan persawahan warga di Desa Leminggir. ’’Sehingga mau tidak mau, setiap hari harus menyeberang jembatan,’’ pungkasnya. (ori/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#revitalisasi jembatan #jembatan turi #Pemkab Mojokerto