KABUPATEN - Pemkab Mojokerto melakukan penanaman ribuan tanaman di lokasi bekas longsor di jalur Pacet-Cangar, Kamis (22/1). Langkah ini menjadi bagian dari mitigasi untuk mencegah potensi bencana alam susulan.
Aksi penanaman dilaksanakan di area lereng kawasan Hutan Raya R. Soerjo yang terdampak longsor dan menelan 10 korban jiwa pada April 2025 lalu. Penanaman dilaksanakan serentak oleh Wakil Bupati Mojokerto Rizal Octavian bersama lintas unsur lainnya.
’’Tujuannya, meminimalisir potensi terjadinya bencana alam. Karena hampir setahun yang lalu di lokasi yang sama ini terjadi longsor hebat yang menyebabkan korban jiwa,’’ ungkap Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin, kemarin (22/1).
Dia menjelaskan, Pemkab Mojokerto total menyediakan 10 ribu tanaman jenis vetiver untuk mitigasi bencana. Tanaman sejenis rumput ini dipilih karena memiliki akar yang dalam sehingga mampu mencegah longsor. Ditargetkan, lereng di jalur alternatif Mojokerto-Batu ini ditanam sebanyak 1.500 tanaman vetiver.
Penanaman dilakukan secara massal dan bertahap hingga hari ini. ’’Sebelumnya memang sudah ditanami pohon, namun tingginya kan maksimal masih 2 meter. Dan itu juga belum merata di semua area, jadi kita lebih memperkuat vegetasinya lagi,’’ imbuh Rinaldi.
Dia menyebut, sebanyak 7.500 tanaman vetiver lainnya bakal ditanam di sejumlah titik yang terpetakan rawan longsor. Di antaranya yang tersebar di wilayah Kecamatan Pacet, Trawas, hingga Gondang. ’’Jadi, nanti disebar di lokasi lain yang pernah terjadi longsor untuk mencegah supaya lokasi tersebut tidak lagi terjadi bencana,’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah