KABUPATEN - Pemkab Mojokerto melakukan percepatan pengadaan paket proyek untuk pekerjaan APBD 2026. Setidaknya ada lima paket infrastruktur dengan total pagu Rp 13,530 miliar yang digulirkan sejak Desember sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan daerah di tahun berjalan.
Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko mengatakan, percepatan pembangunan daerah pada tahun berjalan sudah mulai digeber. Bahkan, pengadaan untuk pekerjaan fisik APBD 2026 telah dimulai sejak pertengahan Desember lalu. ’’Seperti tahun lalu, untuk tahun ini kami kembali melakukan percepatan pembangunan daerah. Kita mulai dengan pengadaan paket proyek yang sudah kita umumkan sejak 18 Desember 2025,’’ ungkapnya.
Berdasarkan data yang ada, sedikitnya lima paket telah masuk mini kompetisi melalui e-katalog konstruksi. Lima pekerjaan fisik tersebut utamanya merupakan pembangunan infrastruktur jalan raya yang diampu Bidang Bina Marga Dinas PUPR.
Menurutnya, pengadaan lebih awal ini menjadi bentuk komitmen pemda dalam mempercepat pembangunan daerah. ’’Tahun ini beberapa paket proyek jalan dilakukan dengan mini kompetisi katalog dini. Kurang lebih ada empat paket jalan dan satu paket drainase,’’ jelasnya.
Adapun paket pekerjaan tersebut meliputi pelebaran jalan menuju standar ruas Jalan Parengan-Lakardowo, Kecamatan Jetis, dengan pagu Rp 4,8 miliar. Disusul pelebaran jalan menuju standar ruas Kepuhanyar-Ngimbangan sebesar Rp 4 miliar. Selanjutnya, pelebaran jalan menuju standar ruas Watesnegoro-Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, senilai Rp 3,8 miliar, serta rekonstruksi jalan ruas Pekukuhan-Ngoro dengan pagu Rp 3 miliar.
Sementara itu, pembangunan pembuangan saluran drainase lingkungan Desa/Kecamatan Jatirejo dipagu Rp 736 juta. ’’Jadi untuk tahap awal ini ada lima proyek dengan total pagu sebesar Rp 13,5 miliar,’’ tegas Teguh.
Tak berbeda dengan tahun lalu, percepatan pengadaan kali ini kembali menggunakan sistem e-katalog konstruksi. Dengan demikian, proses pengadaan dipastikan lebih cepat dibandingkan melalui sistem tender di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). ’’Karena pada katalog sudah lengkap kategorinya, sehingga PPK dapat mengoptimalkan pengadaan melalui e-purchasing,’’ tuturnya.
Sesuai timeline, saat ini sejumlah paket tersebut telah masuk tahap evaluasi dan klarifikasi terhadap data penawaran produk hingga batas akhir 9 Januari. ’’Selanjutnya penunjukan pemenang mini kompetisi, penetapan, hingga penandatanganan kontrak yang kita targetkan dilakukan pada 19 Januari, lalu dilanjutkan pengerjaan,’’ urai Teguh.
Sejumlah proyek yang tengah berproses tersebut juga telah disiapkan kelengkapannya, termasuk Detail Engineering Design (DED) yang disusun lebih awal melalui anggaran yang diplotting pada P-APBD 2025. ’’Dalam waktu bersamaan, saat ini pemda juga melakukan pengadaan pengawasan,’’ pungkas Teguh. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah