Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gus Bupati Mojokerto Perkuat Arsitektur Digital demi Optimalkan Kinerja

Khudori Aliandu • Jumat, 12 Desember 2025 | 13:50 WIB

 

TEROBOSAN BARU: Bupati Muhammad Albarraa memberi arahan kepada kepala OPD agar terus memperkuat digitalisasi untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahan pada sosialisasi Arsitektur Pemerintahan Digital
TEROBOSAN BARU: Bupati Muhammad Albarraa memberi arahan kepada kepala OPD agar terus memperkuat digitalisasi untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahan pada sosialisasi Arsitektur Pemerintahan Digital

Diskominfo Berhasil Kembangkan Tools Crack SPSS Versi 27

KABUPATEN – Pemkab Mojokerto terus memperkuat digitalisasi untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahan. Di antaranya melalui aplikasi Arsitektur Pemerintahan Digital (Pemdi) sebagai pengembangan dari sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Bupati Muhammad Albarraa mengatakan, era yang kian berkembang saat ini mengharuskan pemda dituntut terus berinovatif. Bagaimana Arsitektur Pemdi menjadi sebuah inovasi sistem yang sederhana namun efektif dan terbarukan untuk mengoptimalkan kinerja Pemkab Mojokerto.

’’Arah baru pemerintahan digital ini bertujuan menghadirkan pelayanan yang lebih sederhana, lebih cepat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Mojokerto,’’ tegasnya saat memberi arahan dalam sosialisasi Arsitektur Pemdi  di Trawas, Rabu (10/12) lalu.

Pada era yang fleksibel dan penuh dengan inovasi, Gus Bupati menegaskan, salah satu kunci dari keberhasilan kepemimpinannya nanti dengan memaksimalkan pelayanan masyarakat melalui metode yang lebih cepat, tepat, dan terorganisir dengan baik. Sehingga ia pun meminta kepada seluruh jajaran pemimpin organisasi perangkat daerah (OPD) untuk dapat saling bersinergi dalam satu portal pelayanan digital.

’’Saya berharap seluruh layanan pemerintahan telah terintegrasi dalam satu portal layanan digital. Sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Mojokerto Nugraha Budhi Sulistya menambahkan, Arsitektur Pemdi merupakan pengembangan dari SPBE. Pada penerapannya, lanjut dia, Arsitektur Pemdi bertumpu pada SPSS (statistical package for the social sciences), yang merupakan perangkat lunak statistik untuk analisis data kuantitatif. ’’Digunakan untuk mengolah, data survei atau eksperimen secara cepat dan tepat,’’ ungkapnya.

Menurutnya, diskominfo berhasil mendapatkan tools crack SPSS versi ke-27. SPSS yang paling terbaru dan masih sulit diakses oleh organisasi atau badan kepemerintahan lainnya. Seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kepemerintahan Provinsi Jawa Timur.

’’Kominfo Kabupaten Mojokerto di bidang pengelolaan data statistik punya modul atau tools crack SPSS versi 27 dan itu modular, itu BPS saja belum punya, mereka (BPS) menganilisis data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional), hanya dengan tools crack SPSS versi 24, jadi kita lebih maju,’’ paparnya.

Hasil data dari SPSS versi 27 ini, mampu menjadi dasar atau penguat dalam tiga hal. Di antaranya untuk menguatkan proses pengambilan kebijakan sebagai pertimbangan menentukan skala prioritas anggaran dan memudahkan pengukuran efektivitas program yang telah dilaksanakan. ’’Dengan arsitektur Pemdi ini, harapannya akan memudahkan langkah kita untuk mewujudkan goal lima tahun kedepan,’’ pungkasnya. (ori/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#bupati mojokerto #arsitektur digital #Gus Bupati