Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Mojokerto Setyo Budi Utomo mengatakan, persiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Nataru mulai dilakukan. Selain menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait seperti kepolisian dan jajaran dishub provinsi, pihaknya juga memastikan sarana prasarana yang dimiliki.
Salah satunya CCTV jalan yang terpantau di CC room ATCS (area traffic control system) di kantor dishub. ’’Pemantauan jalan lewat CCTV ini bisa diakses masyarakat lewat aplikasi Simanja Kerto,’’ ujarnya, kemarin (10/11). Sejauh ini, sedikitnya terdapat 73 unit CCTV yang terdapat di 21 titik persimpangan jalan. Dari jumlah tersebut, 11 titik di antaranya dapat dikontrol sesuai kebutuhan.
Tomo, panggilan Setyo Budi Utomo, mengatakan, pengguna jalan dapat mengetahui tingkat kepadatan kendaraan secara real time lewat sistem pemantauan jalan yang terakomodasi dalam aplikasi tersebut. ’’Sehingga, masyarakat juga bisa langsung tahu bagaimana kondisi di jalan tertentu,’’ ucapnya.
Melalui ATCS pula, Dishub dapat mengambil langkah pengendalian apabila terjadi penumpukan kendaraan di ruas jalan tertentu. Yakni, dengan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas persimpangan guna mengurai kemacetan. ’’Langkah-langkah antisipasi terkait kemacetan selama Nataru ini terus kami persiapkan, seiring nanti koordinasi dengan jajaran terkait,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah