Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menu MBG Basi, Komisi III DPRD Kota Mojokerto Minta Pengawasan di Dapur SPPG Diperketat

Rizal Amrulloh • Jumat, 28 November 2025 | 16:10 WIB
DIKELUHKAN BASI: Menu MBG di SD Muhammadiyah Plus, Kota Mojokerto yang dikeluhkan kuah baksonya berbau tak sedap dan terasa kecut.
DIKELUHKAN BASI: Menu MBG di SD Muhammadiyah Plus, Kota Mojokerto yang dikeluhkan kuah baksonya berbau tak sedap dan terasa kecut.

SEMENTARA itu, DPRD Kota Mojokerto kembali mengingatkan SPPG untuk memperketat pengawasan sebelum mendistribusikan paket makanan. Terkait adanya temuan paket MBG yang terindikasi basi, dewan juga mewanti-wanti untuk agar kejadian serupa tak terulang lagi.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mojokerto Rambo Garudo menegaskan, paket MBG yang disalurkan ke penerima manfaat wajib dipastikan sudah dalam kondisi layak konsumsi. Sehingga, masih ditemukannya bahan makanan yang basi harus menjadi evaluasi bagi SPPG. ’’Kalau sudah terindikasi basi, memang harus dikembalikan. Karena kalau dikonsumsi akan berisiko membahayakan bagi siswa,’’ ulasnya.

Karena itu, Rambo mengapresiasi pihak sekolah yang memastikan terkait kelayakan. Bahkan, beberapa lembaga memilih untuk melakukan retur atau pengembalian ke SPPG agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Komisi III meminta agar SPPG kembali menegakkan Standard Operating Procedure (SOP). Mengingat, masing-masing dapur penyalur MBG telah memiliki petunjuk teknis atau panduan terkait pelaksanaan mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga pemorsian. ’’Karena seenak apapun menunya, tapi kalau tidak dijalankan sesuai SOP pasti akan menjadi kendala seperti busuk, bau, bahkan basi,’’ tandas legislator yang juga berlatar belakang tenaga kesehatan ini.

Sehingga, masih kata Rambo, adanya makanan yang tidak layak konsumsi solusinya tidak cukup dengan penggantian menu pengganti. Namun harus dilakukan perbaikan manajemen pada SPPG. Langkah itu sebagai langkah preventif agar insiden tersebut tidak kembali terjadi. ’’Kalau memang itu (menu MBG basi, Red) terjadi karena kesalahan, tentu kami berharap jangan sampai berulang-ulang,’’ tandas dia.

Sebab, politisi PDIP ini menyatakan, tujuan utama program MBG adalah untuk peningkatan taraf gizi dan kesehatan anak-anak. Namun, jika menu yang disajikan tidak sesuai kententuan maka dikhawatirkan akan terjadi sebaliknya. ’’Intinya harus dipastikan bagaimana adik-adik di sekolah mendapat porsi makanan yang bergizi dan berkualitas supaya mendukung proses belajar-mengajar,’’ pungkas Rambo. (ram/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#komisi III #dprd kota mojokerto #SPPG #basi #Makan Bergizi Gratis (MBG)