PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur bersama Pemkab melalui Disperindag Kabupaten Mojokerto terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok. Salah satunya melalui gerakan Pasar Murah dengan menghadirkan berbagai komoditas pangan dengan harga terjangkau, di kantor Kecamatan Mojoanyar, Rabu (26/11). Itu sekaligus membuka ruang bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) lokal untuk memasarkan produk mereka.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pasar murah sebagai langkah strategis menjaga daya beli masyarakat. ’’Pasar murah ini adalah kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Mojokerto. Tujuannya agar harga bahan pokok tidak melambung tinggi sehingga inflasi tetap terkendali,’’ ungkapnya.
Bupati Albarraa mengingatkan, tantangan pengendalian inflasi akan semakin besar menjelang momentum hari-hari besar keagamaan dan perayaan nasional. ’’Alhamdulillah, beberapa hari lalu Kabupaten Mojokerto mendapat penghargaan dari Ibu Gubernur Jawa Timur atas keberhasilan dalam pengendalian inflasi daerah. Inflasi kita masih terjaga, dan ini patut kita syukuri. Namun, kita tidak boleh lengah. Sebentar lagi kita akan menghadapi Natal dan Tahun Baru, kemudian disusul dengan Ramadan dan Hari Raya,’’ jelasnya.
Menurutnya, semua momentum tersebut kerap memicu kenaikan permintaan bahan pokok sehingga harga bisa naik. Bupati menekankan pasar murah harus digencarkan secara berkelanjutan agar masyarakat tetap merasa terlindungi. ’’Inilah tantangan bagi pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional,’’ imbuhnya.
Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Noerhono menegaskan, berbagai program untuk pengendalian inflasi terus dilakukan. Salah satunya melalui pasar murah yang digelar selama tiga hari berturut-turut. Meliputi, kawasan Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST) Selasa (25/11), dilanjut di Kantor Kecamatan Moajonyar Rabu (26/11) dan di Kecamatan Kemlagi Kamis (27/11). ’’Pasar murah ini menjadi komitmen kami jaga stabilitas harga dan inflasi daerah. Sekaligus membuka ruang pelaku IKM memasarkan produk mereka,’’ ungkapnya.
Masyarakat bisa membeli sejumlah bahan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran. Di antaranya, beras premium Rp 14.000/kg, beras medium Rp 11.000/kg, minyak kita Rp 15.000/liter, telur ayam ras Rp 24.000/pack, tepung terigu Rp 10.000/kg, gula pasir Rp 16.000/kg, bawang putih sinco Rp 7.000/250 gram, dan bawang merah Rp 8.000/250 gram. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi