Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemkab Mojokerto Kembangkan Pertanian Komunal Bersama Milenial

Khudori Aliandu • Jumat, 17 Oktober 2025 | 16:30 WIB
HASIL BUMI: Bupati Muhammad Albarraa didampingi Wakil Bupati M. Rizal Octavian dan Kepala Dinas Pertanian Ludfi Ariyono menunjukkan pisang moca anjasmara yang menjadi hasil bumi unggulan.
HASIL BUMI: Bupati Muhammad Albarraa didampingi Wakil Bupati M. Rizal Octavian dan Kepala Dinas Pertanian Ludfi Ariyono menunjukkan pisang moca anjasmara yang menjadi hasil bumi unggulan.

Jadi Simbol Kemandirian Ekonomi Desa, Berbasis Koperasi, Usaha Mikro, hingga BUMDesa

 KABUPATEN - Pemkab Mojokerto terus mendorong lahirnya inovasi dan regenerasi di sektor pertanian melalui kolaborasi lintas generasi. Salah satunya diwujudkan melalui Pertanian Komunal Bersama Milenial pada Kelompok Tani Mandiri Jaya Makmur, Dusun Kemloko, Desa/Kecamatan Trawas, Rabu (15/10). Bahkan, pertanian komunal ini menjadi simbol kemandirian ekonomi pedesaan.

 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono menjelaskan, pertanian komunal merupakan implementasi dari misi ketiga Catur Abhipraya Mubarok. Yaitu, membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis koperasi, usaha mikro, dan BUMDesa. Hal ini menjadi terobosan baru dalam menggabungkan pengalaman petani senior dengan semangat dan kreativitas generasi milenial. 

’’Melalui konsep pertanian komunal Kabupaten Mojokerto berupaya menghadirkan model kolaboratif antara petani dan milenial. Sistem ini mendorong pengelolaan lahan secara kolektif, efisien, dan berkelanjutan. Sekaligus sebagai langkah nyata membangun pertanian Mojokerto yang maju, mandiri, dan berdaya saing,’’ ungkapnya.

 Pendampingan tahun ini berfokus pada komoditas kambing perah kepada Kelompok Tani Mandiri Jaya Makmur, Dusun Kemloko, Desa/Kecamatan Trawas. Menurutnya, pertanian komunal bersama milenial ini mencakup beberapa kegiatan. Mulai dari pelatihan manajemen usaha kambing perah, bantuan 33 ekor indukan kambing, 2 unit freezer, serta 1 unit mesin pengolahan kompos. ’’Dukungan ini kita harapkan dapat meningkatkan produktivitas peternakan. Sekaligus menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat desa,’’ tandasnya.

 Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa memberikan apresiasi kepada kelompok tani tersebut yang dinilainya berhasil menjadi contoh nyata keberhasilan pertanian lintas generasi. Hasil dari pertanian maupun peternakan ini bahkan dianggap luar biasa. ’’Rasio hasilnya 70-30 persen. Dan yang istimewa adanya generasi penerus. Program ini sudah berjalan 10 tahun serta memiliki generasi muda yang siap meneruskan. Ini jarang dimiliki dan jarang dilakukan oleh kelompok tani lain di Kabupaten Mojokerto,’’ ungkapnya.

 Gus Bupati menilai keberhasilan kelompok ini tak lepas dari peran generasi muda yang siap meneruskan usaha pertanian dan peternakan dari para pendahulunya. Regenerasi petani merupakan hal penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di bumi Majapahit. ’’Kami berharap dengan adanya pertanian komunal seperti ini dapat menjadi bagian dari visi-misi kami yang menyangkut ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, dan menjaga luasan lahan,’’ tegasnya.

 Selain itu, ke depan, perebutan sumber daya global bukan lagi soal minyak atau tambang, melainkan soal ketahanan pangan. ’’Negara yang memiliki ketahanan pangan yang baik akan menjadi negara yang maju. Karena hasil tambang semuanya akan habis pada masanya nanti. Minyak, batubara, dan nikel akan habis, maka yang dibutuhkan adalah ketahanan pangan,’’ paparnya.

 Gus Bupati juga memperkenalkan produk unggulan baru hasil inovasi pertanian Mojokerto, yakni pisang moca anjasmara atau Mojokerto cavendish anjasmara. Pisang ini memiliki cita rasa manis alami dengan bobot tandan mencapai 65 kilogram dan telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 62/Kpts/PV.140/2/III/2025. Nama anjasmara sendiri mencerminkan keindahan dan kelezatan pisang yang dibudidayakan di lereng pegunungan Anjasmara, tepatnya di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang.

 ’’Jika setiap desa di Mojokerto memiliki satu produk unggulan seperti pisang moca anjasmara, maka kita tidak hanya bicara pertanian, tetapi juga ekonomi kreatif berbasis hasil bumi. Para petani sejatinya adalah pengusaha tani yang mampu menghasilkan nilai ekonomi yang bisa menghidupi dirinya dan orang-orang di sekitarnya,’’ jelas Gus Bupati.

 Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini lantas mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga generasi muda untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan inovasi. ’’Pembangunan pertanian komunal tidak mudah. Diperlukan teknologi, inovasi, dan kerja sama semua pihak. Kami percaya, dengan bantuan generasi milenial yang terus melakukan pembaruan teknologi serta membangun jaringan dengan dukungan pemerintah melalui perangkat daerah terkait, akan tercipta tim yang solid untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mojokerto,’’ pungkasnya. (ori/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#bupati mojokerto #sektor pertanian #Pemkab Mojokerto #mendorong inovasi #kelompok tani