Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Realisasi Program MBG di Mojokerto Masih di Bawah 50 Persen

Khudori Aliandu • Selasa, 14 Oktober 2025 | 15:15 WIB
SALING SUPPORT: Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Oktavian bersalaman dengan Kepala BGN Dadan Hindayana saat rapat konsolidasi di Surabaya beberapa waktu lalu.
SALING SUPPORT: Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Oktavian bersalaman dengan Kepala BGN Dadan Hindayana saat rapat konsolidasi di Surabaya beberapa waktu lalu.

Wabup Ingatkan Komitmen Pengelola SPPG

KABUPATEN - Realisasi program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto mencapai 136.834 penerima. Angka tersebut masih jauh dari yang ditargetkan sebesar 317.926 penerima dengan sasaran siswa, ibu hamil (bumil), ibu menyusi (busui), hingga balita.

Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Oktavian mengatakan, percepatan realiasi program MBG di bumi Majapahit terus digeber. Hal itu seiring dengan pembangunan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang juga terus digulirkan. ’’Sesuai data program MBG di kabupaten Mojokerto sudah terealisasikan kepada 136.834 penerima manfaat,’’ ungkapnya.

Hanya saja, realisasi tersebut terang Rizal, belum menyentuh keseluruhan penerima manfaat yang ditargetkan, yakni sebesar 317.926 terbagi dalam beberapa sasaran. Di antaranya, sebanyak 253.982 penerima bagi siswa, bumil 3.803, busui 70, dan balita 60.071.

Kendati begitu, Rizal optimistis, angka realisasi akan terus bertambah seiring dengan percepatan yang tengah digeber oleh Badan Gizi Nasional (BGN). ’’Percepatan realisasi MBG ini juga ada kaitannya dengan percepatan dengan beroperasinya SPPG. Sementara dapur yang sudha beroperasi sesuai data masih 41 persen,’’ tegasnya.

Menurutnya, dari 106 SPPG yang direncanakan, saat ini yang beroperasi masih 43 SPPG saja. Sehingga untuk merealiasikan keseluruhan masih butuh proses.

Pihaknya menyatakan, pemda tetap bersyukur atas kondisi tersebut. Lantaran, berdasarkan catatan BGN, pertumbuhan dapur MBG di Jawa Timur, termasuk Mojokerto, lebih cepat dibandingkan dengan sejumlah daerah di luar Provinsi Jatim. ’’Jadi, kami optimitis, realisasi program MBG di Mojokerto akan terus bertambah. Intinya, pemerintah daerah sangat support untuk program MBG ini agar cepat dirasakan kemanfaatannya di bumi Majapahit ini,’’ jelas Rizal.

Sebelumnya, Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Oktavian juga mengikuti rapat konsolidasi regional program makan bergizi gratis (MBG) wilayah Jawa Timur bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Selain sebagai langkah percepatan realisasi program nasional di daerah, sekaligus bentuk antisipatif mencegah peristiwa keracunan yang belakangan terjadi di sejumlah daerah. ’’Untuk mengantisipasi peristiwa keracunan itu SPPG harus benar-benar berkomitmen menyajikan menu untuk penerima manfaat harus sehat, layak, dan bergizi,’’ tegasnya. (ori/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#kabupaten mojokerto #Wabup Mojokerto #Badan Gizi Nasional (BGN) #SPPG #Rizal Octavian #Makan Bergizi Gratis (MBG)