Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Enam Proyek Pengendali Banjir Tuntas Lebih Awal

Khudori Aliandu • Selasa, 30 September 2025 | 15:45 WIB
ON-PROGRESS: Progres pengerjaan pembangunan buang air kotor sistem drainase perkotaan di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, on-progress.
ON-PROGRESS: Progres pengerjaan pembangunan buang air kotor sistem drainase perkotaan di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, on-progress.

Total 14 Pembangunan Drainase Senilai Rp 16,72 Miliar

KABUPATEN - Pembangunan drainase senilai Rp 16,72 miliar yang menyasar 14 titik desa, di Kabupaten Mojokerto terus digeber. Bahkan beberapa proyek sebagai salah satu penanganan banjir di antaranya sudah rampung sebelum dateline.

Kabid PLPP Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yayan Ernes, mengatakan, pengerjaan sistem drainase di sejumlah titik yang menjadi prioritas pembangunan pada tahun anggaran berjalan on progress. Beberapa di antaranya juga sudah selesai. ’’Dari 14 proyek drainase yang jadi sasaran pembangunan, enam paket di antaranya sudah selesai 100 persen. Selebihnya on-progress,’’ ungkapnya.

Enam paket yang tuntas lebih dulu di antaranya, peningkatan sistem drainase lingkungan di Desa Pulorejo Kecamatan Dawarblandong sebesar Rp 1,1 miliar. Lalu peningkatan sistem drainase lingkungan Desa/Kecamatan Puri Rp 989 juta. Selanjutnya pembangunan sistem drainase perkotaan Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet Rp 814 juta dan Pembangunan sistem drainase lingkungan Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong Rp 774 juta.

Selain itu, ada peningkatan sistem drainase perkotaan Desa Sumberkembar Kecamatan Pacet Rp 665 juta, dan peningkatan sistem drainase lingkungan Desa Wonoploso Kecamatan Gondang sebesar Rp 489 juta. ’’Enam paket yang sudah selesai ini sebelumnya juga sudah kita lakukan pengecekan terkait kesesuaian pengerjaan. Termasuk pengujian kualitas sudah kami lakukan dan sesuai,’’ tegasnya.

Sebaliknya untuk delapan proyek sisanya, saat ini masih terus bergulir. Progres pengerjaan trennya juga bagus sesuai target mingguan yang ditetapkan. Seperti halnya pembangunan buang air kotor sistem drainase perkotaan di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, misalnya. Sesuai catatan konsultan pengawas di lapangan, progresnya capai 70,6 persen dari target rencana 43,4 persen. ’’Artinya ada kelebihan progres sebesar 27 persen. Di Kupang ini memang progresnya bagus, tertinggi. Disusul Drainase Kedunglengkong sebesar 70,4 persen dari rencana 36,8 persen. Sedangkan progress lainnya sebesar 50 persen,’’ jelas Yayan.

Khusus di Kupang, kata Yayan, pengerjaan mampu menuntaskan paket proyek dengan volume pekerjaan sepanjang 871 meter pada sisi kanan dan kiri jalan. Dengan batas akhir pengerjaan 23 November. Dinas PUPR pun optimistis, jika melihat progres di lapangan, pengerjaan bisa tuntas tepat waktu, bahkan lebih cepat dari timeline.

Menurutnya, pembangunan drainase ini tak lain untuk meminimalisir potensi terjadinya genangan atau banjir. Itu setelah sesuai pemetaan sejumlah paket proyek tersebut menjadi tempat rawan bencana banjir. ’’Sehingga adanya perbaikan drainase ini, bisa meminimalisir luapan air ke ruas jalan ataupun ke pemukiman,’’ tandasnya. (ori/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#kabupaten mojokerto #dinas pupr kabupaten mojokerto #Proyek Pengendali Banjir #pembangunan drainase