KOTA - Selain memperketat keamanan, DPRD Kota Mojokerto juga melakukan pengamanan aset serra dokumen penting. Mulai dari kendaraan dinas hingga arsip-arsip legislatif telah dipindahkan sementara dari gedung dewan guna mengantisipasi hal yang tak diinginkan.
Kabag Umum Sekretariat DPRD Kota Mojokerto Lulus Imaniati menyatakan, upaya pengamanan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Nomor 800/9037/417.603.3/2025 yang diteken Sekdakot Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Minggu (31/8). Karena dari lima poin imbauan, salah satunya menginstruksikan untuk mengamankan dokumen dan aset-aset negara. ’’Jadi, aset dan dokumen-dokumen penting sudah kami evakuasi semua dari kantor (sekertariat DPRD, Red) ke tempat yang lebih aman,’’ ungkapnya, kemarin (2/9).
Aset yang diamankan antara lain berupa kendaraan dinas. Karena dari SE tersebut, aparatur sipil negara (ASN) untuk sementara juga diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan pelat merah. Tak hanya itu, pengamanan juga dilakukan terhadap sarana prasarana (sarpras) perkantoran.
Salah satunya perangkat elektronik berupa laptop yang kini tidak boleh lagi disimpan di gedung di sekretariat dewan. ’’Kalau ASN tetap bekerja seperti biasa, cuma kami minta agar membawa sarpras seperti laptop saat pulang-pergi tiap hari,’’ tandasnya.
Demikian untuk dokumen-dokumen penting yang kini juga telah ditempatkan di suatu tempat yang terjamin keaamannya. Dikatakan Lulus, pengamanan arsip itu meliputi produk hukum berupa peraturan daerah (perda), surat keputusan (SK) DPRD, risalah rapat-rapat kedewanan, hingga dokumentasi pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. ’’Semua dokumen-dokumen penting sudah diamankan,’’ tandasnya.
Dia menambahkan, pengamanan aset dan dokumen bersifat sementara. Berdasarkan SE, upaya tersebut ditempuh guna menjaga keamanan dan keselamatan di tengah situasi dan kondisi keamanan yang kurang kondusif di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, hingga kemarin ASN juga masih tidak diwajibkan menggunakan seragam dinas.
Demikian di kantor DPRD Kota Mojokerto yang penjagaannya masih diperketat dengan dibantu aparat gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP, serta regu damkar yang turut bersiaga beserta satu unit armada. ’’Antisipasi sampai tanggal 4 September sambil menunggu nanti perkembangannya seperti apa,’’ pungkas dia. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi