SEMENTARA itu, lingkungan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto kembali dipoles anggaran Rp 834 juta. Pengerjaan difokuskan pada pavingisasi, pembangunan gedung dan pagar Majapahitan untuk mempercantik dan optimalisasi pemafaatan aset.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono mengatakan, paket proyek pada lingkungan kantor dispendik ini tak lain melanjutkan pembangunan tahun sebelumnya yang belum tuntas. Keterbtasan anggaran membuat pembangunan dilakukan secara bertahap. ’’Proyek konstruksi kantor dispendik ini sebenarnya melanjutkan pembangunan sebelumnya. Paket kegiatan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia, jadi bertahap,’’ ungkapnya.
Tahun ini ploting anggaran yang tersedia sebesar Rp 834 juta. Anggaran ini ditargetkan mampu menuntaskan sejumlah lingkup pengerjaan. Mulai dari pavingisasi, gedung hingga pagar Majapahitan. Prioritas ini agar aset yang lama terbengkalai di bagian belakang kantor bisa dimanfaatkan untuk kepentingan penunjang pendidikan. ’’Jika sebelumnya kita sudah fokus memperbaiki GOR, saat ini kita berusaha mempercantik lingkungan sebagai daya dukung untuk peningkatan pemenuhan pelayanan kepada masyarakat,’’ tegasnya.
Setidaknya aset yang sebelumnya dipenuhi ilalang, kini dipoyeksikan bisa dimanfaatkan sebagai parkir untuk kendaraan. Sehingga, hemat Ludfi, ketika ada kegiatan di GOR pendidikan, para pendidik ataupun masyarakat tidak kesulitan mencari parkir. ’’Ini kita tata agar aset yang selama ini tebengkalai bisa termanfaatkan dengan baik. Ya, setidaknya bisa dibuat parkir, agar tidak terlihat kumuh dan tidak terawat,’’ bebernya.
Pun demikian dengan salah satu gedung, pengerjaan difokuskan pada lantai dua. Menurutnya, proyek ini sudah teken kontrak dan dimenangkan CV. Bunton Jaya. Pengerjaan pun sudah dimulai sejak 7 Juni lalu dengan target 150 hari kerja atau lima bulan. Namun, jika melihat progres pengerjaan di lapangan, proyek ini bisa tuntas lebih awal. ’’Gedungnya saat ini sudah mulai pengeraman besi, untuk pavingisasi juga sudah mulai pengurukan dan pelengsengan. Jadi kita optimistis bisa selesai lebih cepat dari timeline,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi