Peraih Medali di Ajang Porprov Harap-harap Cemas
KOTA – Prestasi gemilang kontingen Kota Mojokerto di Porprov IX Jatim 2025 ”dinodai” dengan buramnya pemberian bonus prestasi dari pemkot. Atlet dan pelatih peraih medali kini harap-harap cemas. Ketidakjelasan besaran bonus berikut jadwal pencairannya membuat sebagian dari mereka memilih pasrah.
Kota Mojokerto sukses besar dalam gelaran porprov yang berlangsung 28 Juni sampai 5 Juli di Malang Raya. Dari 38 kota/kabupaten kontingen peserta, mereka mampu finis di posisi 9 dengan koleksi 30 medali emas, 28 perak, dan 37 perunggu. Bahkan, peringkat tersebut melebihi target awal, yakni 10 besar.
Di antara cabor yang menjadi penyumbang medali terbanyak adalah angkat besi, dayung, biliar, balap sepeda, petanque, gateball, angkat berat, hingga dancesport. Namun, sebagian besar pengurus cabor peraih medali itu hingga kini belum mendapat kepastian berapa bonus prestasi yang akan mereka terima.
”Sejak keberangkatan (kontingen) tidak ada keputusan berapa reward-nya,” kata AY, pengurus salah satu cabor penyumbang emas, kemarin (23/7). Dia mengaku tak ingin berharap banyak dan memilih fokus pada kejuaraan untuk melatih kemampuan atlet. ”Daripada kecewa,” imbuh dia.
Mengambangnya bonus uang tunai ini dinilai penting untuk memotivasi atlet dan pelatih peraih medali. Telebih, selama gelaran porprov, mereka sudah mengeluarkan biaya lebih dari jatah hibah yang diberikan pemerintah. ”Semua pegiat pasti begitu (tombok), mengayomi anak buahnya,” ujar DP, pengurus cabor lainnya.
Pelatih cabor penyumbang emas itu memperkirakan besaran bonus sama dengan edisi sebelumnya. Meski belum pasti, dia berharap jumlahnya tak lebih rendah dari edisi sebelumnya. Sebab, seperti kata JA, pengurus cabor yang lain, turunnya jumlah bonus bakal bikin umek. ”Kalau sampai turun nominalnya pasti tidak kondusif,” tandas dia.
Sebelumnya, bonus porprov untuk kontingen Kota Mojokerto masih belum jelas. Keterbatasan anggaran disebut-sebut menjadi ganjalan, sehingga kepastian pencairan masih harus menunggu perubahan APBD 2025. Bonus prestasi hanya dialokasikan sekitar Rp 1,1 miliar dari kebutuhan sekitar Rp 2,3 miliar. ”Dengan capaian yang diraih, harapan KONI bonus untuk seluruh atlet dari seluruh cabor yang berprestasi bisa direalisasikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto tahun ini,” kata Ketua KONI Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo, Selasa (22/7).
Untuk diketahui, pada ajang Porprov Jatim VIII, para atlet peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp 28 juta. Sedangkan bagi peraih medali perak diganjar bonus Rp 14 juga serta perunggu diberikan Rp 7 juta. Bonus juga diberikan kepada pelatih dengan nominal yang bervariatif. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi