KABUPATEN - Sebanyak 60 anggota perlindungan masyarakat (linmas) se-Kabupaten Mojokerto dilatih petugas kepolisian penanganan cepat respons (PCR) penanggulangan bencana, di aula Mapolres Mojokerto, Kamis (10/7). Pelatihan ini membekali anggota linmas dengan keterampilan menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran sebagai bencana nonalam yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat.
Kasatbinmas Polres Mojokerto, AKP Didit Setyawan mengatakan, peran linmas sebagai garda terdepan keamanan masyarakat cukup vital. Keberadaan mereka bukan sekadar simbolis, tapi juga berperan nyata dalam menjaga keamanan dan keselamatan warga, terutama di lingkungan hingga desa.
’’Anggota linmas adalah mitra kepolisian yang sangat vital dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan pelatihan damkar dan PCR ini, kemampuan linmas semakin terasah, sehingga mereka siap siaga dalam memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat saat terjadi musibah,’’ ujarnya.
Dalam pelatihannya, setiap linmas dikenalkan dengan beberapa jenis api. Termasuk penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) yang benar dan teknik pemadaman api skala kecil. Mereka juga diajarkan mengevakuasi korban dan melakukan tindakan pencegahan agar api tidak meluas. Termasuk cara penanganan cepat dan responsif terhadap berbagai jenis bencana, seperti banjir, tanah longsor, atau kecelakaan.
Itu meliputi teknik evakuasi, pertolongan pertama pada korban, hingga koordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan bencana. ’’Linmas harus bisa mengambil langkah awal sebelum tim utama tiba, karena kecepatan respons bisa menyelamatkan nyawa,’’ tambahnya.
Dengan pelatihan ini, diharapkan terjalin sinergi antara kepolisian dengan linmas. Khususnya dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terbebas dari gangguan. ’’Kami jadi lebih paham bagaimana bertindak jika terjadi kebakaran atau bencana lain di lingkungan kami. Bisa kami maksimalkan dalam melayani masyarakat,’’ imbuh Siswanto, anggota Linmas Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi