Gus Bupati Pastikan Tidak Ada Jual Beli Jabatan
KABUPATEN – Sebanyak 30 pejabat setingkat eselon IIB di lingkungan Pemkab Mojokerto dijadwalkan bakal mengikuti job fit di Surabaya, Rabu (9/7). Uji kompetensi untuk penataan jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) digelar setelah pemda mengantongi lampu hijau Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan, rotasi mutasi untuk kali pertama di era kepemimpinannya segera digeber. Sebagai tahap awal, pemkab bakal menggelar job fit kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD). ’’Terkait job fit sudah kita rapatkan dengan tim, itu akan kita laksanakan pada 9 Juli di Surabaya untuk semua pejabat pimpinan tinggi pratama (PPTP) di lingkungan pemkab,’’ ungkapnya.
Pelaksanaan job fit ini seiring dengan turunnya izin resmi dari Kemendagri pada pertengahan Juni lalu, sebagaimana yang sudah dilayangkan sebelumnya menyasar 30 PPTP dan tidak ada pengecualian. Terdiri 20 kepala dinas yang sudah mengemban amanah lebih dari dua tahun dan 10 kepala dinas kurang dari dua tahun. ’’Semuanya kita job fit. Ada 30 ASN eselon IIB. Ini bagian dari upaya kami melakukan penataan kepala OPD agar berkinerja sesuai dengan kompetensinya,’’ tambah Gus Bupati.
Menurutnya, rotasi mutasi memang menjadi agenda di tahun berjalan. Langkah itu sebagai upaya penataan sekaligus penyegaran OPD. Terlebih saat ini banyak kursi jabatan yang kosong. Baik untuk eselon II maupun III. Sehingga, menurut Gus Bupati, pengisian pejabat definifnya ini sangat mendesak.
Sebagai percepatan pengisian, pemda memilih menggelar job fit lebih dulu untuk melakukan uji kompetensi terhadap para eselon IIB. ’’Saya pastikan 100 persen tidak ada jual beli jabatan. Dengan job fit ini, kita bisa menilai si A ini lebih cocok di mana sesuai kompetensinya, rekomendasinya apa dan seterusnya,’’ jelasnya.
Gus Bupati menambahkan, puluhan kepala dinas ini bakal adu gagasan di hadapan lima panelis. Terdiri dari tiga orang unsur birokat dan dua mewakili akademisi. Sehingga penataan yang bakal digelar dalam waktu tak lama nantinya akan disesuaikan dengan kompetisinya.
Sehingga tidak ada like and dislike kepada setiap peserta maupun jual beli jabatan. ’’Yang terpenting bagi kami, mau bekerja untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto. Apa pun jabatannya dan saya pastikan tidak ada jual beli jabatan. Artinya, sesuai dengan kemampuan masing-masing, etos kerja, dan semangat kerja maupun loyalitasnya,’’ tegas Gus Bupati. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi