KOTA - Trotoar di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan/Kecamatan Magersari, mengalami jebol. Kerusakan tersebut membuat miris lantaran berada persis di depan Rumah Dinas Wali Kota Mojokerto.
Pembangunan trotoar Jalan Hayam Wuruk menghabiskan dana Rp 3,37 miliar pada 2023 silam. Proyek dibiayai APBD dan dimenangkan oleh CV Buminata Konstruksi asal Jombang. Pekerjaan fisik yang dilakukan meliputi trotoar serta saluran air.
Satu setengah tahun setelah proyek tuntas, kini kerusakan mulai muncul. Salah satunya yang mencolok berada di depan rumdin wali kota. Paving trotoar mengalami amblas. Jebolnya jalur pedesterian itu mengakibatkan paving berantakan. ’’Tidak tahu persis ya sejak kapan rusaknya, tapi seperti sudah lama sampai lubangnya tertutup daun-daun,’’ kata Yanti, salah seorang warga yang melintas di lokasi, kemarin (3/6).
Menurutnya, kerusakan harus segera diperbaiki. Sebab, paving yang amblas dapat memicu bagian lainnya ikut ambrol. Rusaknya fasilitas umum ini juga dapat membahayakan pejalan kaki. ’’Kalau orang jalan kaki tidak tahu ada lubang ya bisa jatuh,’’ imbuh dia.
Kualitas pekerjaan fisik trotoar di Kota Mojokerto memantik sorotan sejak tahun lalu. Selain paving yang renggang dan copot, pemasangan jalur khusus disabilitas juga terkesan asal-asalan. Tak sedikit guiding block yang menabrak tiang listrik dan pohon. Kondisi itu salah satunya berada di seberang rumdin walkot. Belakangan berbagai kerusakan yang muncul akhirnya diperbaiki pemkot. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi